RADAR TULUNGAGUNG - Di sudut-sudut jalan Tulungagung, aroma manis dan gurih roti bakar kerap menyapa warga, memaksa siapa pun yang lewat untuk berhenti sebentar.
Penjual roti bakar keliling, dengan gerobak sederhana dan kompor kecilnya, sudah menjadi pemandangan yang akrab di kota ini.
Baca Juga: Roti Jadul Masih Punya Penggemar Saat Lebaran, Ternyata Ini Manfaat Mengonsumsinya
Bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang pengalaman menikmati roti bakar.
Karena roti hangat yang baru keluar dari panggangan, olesan mentega atau cokelat yang meleleh sempurna, dan suara panggangan yang menandai setiap lapisan roti matang.
Baca Juga: Wedang Cemue Tulungagung, Minuman Hangat Legendaris yang Mulai Ditelan Zaman
Beberapa orang sengaja menepi dari aktivitas mereka hanya untuk membeli satu atau dua potong, sambil menyapa penjual yang sudah dikenal sejak lama.
Baca Juga: 5 Makanan Tradisional Indonesia yang Hampir Punah, Pernah Mencobanya?
Fenomena ini bukan sekadar tentang makanan. Roti bakar keliling menjadi semacam pengingat kecil tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan kenikmatan sederhana yang sering terlupakan di tengah kesibukan sehari-hari.
Aroma hangat roti bakar itu seolah mengundang semua orang untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menikmati momen kecil yang manis. ****
Editor : Dharaka R. Perdana