RADAR TULUNGAGUNG - Selama ini banyak orang mengira green tea dan matcha adalah hal yang sama. Padahal, meski sama-sama berasal dari daun teh hijau (Camellia sinensis), keduanya punya perbedaan besar dari cara tanam hingga manfaatnya bagi tubuh.
Baca Juga: Tren Baru di Dunia Kesehatan: Pure Matcha Diserbu, Ini Manfaatnya yang Tidak Banyak Orang Tahu!
Green tea atau teh hijau biasa dibuat dari daun teh yang dikeringkan langsung setelah dipetik tanpa perlakuan khusus.
Hasilnya, warna tehnya cenderung kekuningan dengan rasa ringan dan sedikit pahit. Proses ini menjaga kandungan antioksidan, tapi tak sekuat matcha.
Sementara itu, matcha justru melewati proses yang lebih rumit dan unik. Beberapa minggu sebelum panen, tanaman teh ditutup dari sinar matahari agar kandungan klorofil dan asam amino meningkat.
Daun mudanya kemudian dikukus, dikeringkan, lalu digiling halus hingga jadi bubuk hijau cerah. Saat diseduh, bubuk ini dikocok hingga larut sempurna—artinya, kamu meminum seluruh daun tehnya, bukan sekadar air seduhannya.
Baca Juga: Lebih Dari Sekedar Tren, Ini Alasan Matcha Jadi Minuman Wajib Gen Z
Perbedaan ini membuat matcha memiliki kandungan antioksidan dan kafein lebih tinggi dibanding green tea.
Tak heran, banyak orang menyebut matcha sebagai “superfood” karena efeknya bisa meningkatkan fokus tanpa menyebabkan jantung berdebar.
Dalam hal rasa, green tea terasa ringan dan menyegarkan, sementara matcha lebih creamy dan punya aroma khas “umami”.
Tak hanya diminum, matcha kini juga jadi bahan favorit di dunia kuliner—mulai dari kue, es krim, hingga latte kekinian.
Baca Juga: Trend Minuman Matcha, dari Tradisi Jepang hingga Hits di Kafe Modern
Jadi, kalau selama ini kamu menganggap keduanya sama, kini sudah tahu jawabannya. Keduanya sama-sama menyehatkan, tapi punya karakter berbeda. Tinggal pilih saja, kamu tim green tea yang ringan atau tim matcha yang penuh energi? ****
Editor : Dharaka R. Perdana