Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

10 Kuliner Legendaris Surabaya yang Selalu Diburu, dari Bakmi Ayam Panggang hingga Sego Sambal Iwak Pe

Muhammad Rusdian Nuzula • Jumat, 23 Januari 2026 | 15:45 WIB

10 kuliner legendaris Surabaya yang terus diburu, dari bakmi ayam panggang hingga sego sambal iwak pe dengan cerita dan cita rasa khas.
10 kuliner legendaris Surabaya yang terus diburu, dari bakmi ayam panggang hingga sego sambal iwak pe dengan cerita dan cita rasa khas.

RADAR TULUNGAGUNG - Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu surga kuliner di Jawa Timur. Dari warung kaki lima hingga kedai legendaris yang bertahan puluhan tahun, ragam rasa dan cerita di balik setiap hidangan menjadi daya tarik tersendiri.

Tak heran jika kuliner legendaris Surabaya selalu menjadi topik yang ramai diburu, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Berbagai tempat makan ini bukan sekadar menawarkan rasa, tetapi juga sejarah panjang dan ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Mulai dari bakmi dengan ayam panggang smokey hingga nasi sambal dengan lauk ikan pari bakar, berikut deretan kuliner legendaris Surabaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Baca Juga: CPNS 2026 Diburu Pelamar, Ini 10 Instansi Sepi Peminat dengan Gaji Tembus Rp12 Juta yang Bisa Jadi Strategi Aman Lolos

1. Bakmi Ayam Panggang, Cita Rasa Klasik yang Bertahan

Cahaya Timur Bakmi dikenal sebagai pelopor bakmi ayam panggang di Surabaya. Ciri khasnya terletak pada topping ayam yang dipanggang hingga menghadirkan aroma smokey dan tekstur juicy. Sajian bakmi di tempat ini kerap disebut sebagai representasi rasa klasik yang konsisten, membuatnya terus relevan di tengah maraknya inovasi kuliner modern.

2. Nasi Madura yang Tak Pernah Sepi

Nama Nasi Madura Bu Inul sudah lama melekat di peta kuliner legendaris Surabaya. Warung ini dikenal beroperasi tanpa henti dan menjadi rujukan bagi pencinta masakan khas Madura. Ragam lauknya kuat akan rempah, dengan sambal yang menjadi identitas rasa. Keberlangsungannya sejak akhir 1990-an menunjukkan betapa kuatnya loyalitas pelanggan terhadap cita rasa autentik.

3. Martabak Segitiga Ikonik di Kawasan Tunjungan

Di kawasan Tunjungan, Martabak Madura Endut mencuri perhatian dengan bentuk martabaknya yang segitiga. Inovasi bentuk ini membuatnya mudah dikenali dan kerap muncul di berbagai konten kuliner. Isian yang beragam memperkaya tekstur dan rasa, menjadikannya camilan yang melekat dengan suasana kota Surabaya.

Baca Juga: Tes CPNS 2026 Belum Dibuka, Banyak Calon Pelamar Salah Strategi: Ini Jadwal Terbaru dan Cara Aman Biar Tak Ketinggalan

4. Udon Viral di Balik Nama Kedai Kopi

Kopi Kuto menghadirkan kejutan lewat menu udon buatan sendiri. Meski dikenal sebagai tempat ngopi, kehadiran udon dengan konsep fusion menjadikannya perbincangan hangat di kalangan pencinta kuliner. Perpaduan gaya Jepang dan sentuhan lokal menghadirkan pengalaman rasa yang unik tanpa meninggalkan kesan sederhana.

5. Bakso Tetelan dengan Kuah Khas

Bakso Tetelan Pak Kam telah bertahan lebih dari tiga dekade. Tempat ini dikenal sebagai surga bagi pencinta tetelan, dengan kuah yang pekat dan gurih. Bakso urat berukuran besar menjadi ikon, menghadirkan sensasi makan yang memuaskan dan berkarakter kuat.

6. Kopitiam dengan Menu Tradisional

Capengol, sebuah kopitiam di sekitar kawasan Gubeng, menawarkan pengalaman sarapan hingga bersantai dengan menu khas. Bubur pulut hitam, kopi butter, hingga nasi lemak menjadi bagian dari identitas tempat ini. Kehadirannya memperkaya warna kuliner Surabaya dengan nuansa peranakan yang kental.

Baca Juga: Tes CPNS 2026 Belum Dibuka, Banyak Pelamar Takut Ketinggalan Jadwal: Ini Update Terbaru dan Strategi Persiapan yang Benar

7. Clean Eating ala Kaki Lima

Warung Makanan Diet Bu Robi menunjukkan bahwa konsep clean eating tidak selalu identik dengan restoran modern. Sejak awal 2000-an, warung ini menyajikan hidangan sederhana berbasis protein dan sayuran. Konsistensi konsepnya membuat tempat ini memiliki segmen pelanggan tersendiri di tengah tren hidup sehat.

8. Bakso Singkawang dengan Sentuhan Lokal

Teras Jakarta dikenal dengan bakso khas Singkawang yang dipadukan dengan kwetiau dan tetelan. Kuahnya bening namun kaya rasa, memberikan kesan ringan sekaligus segar. Perpaduan budaya kuliner ini memperlihatkan bagaimana Surabaya menjadi titik temu berbagai tradisi rasa.

9. Bebek Legendaris Sejak Era 1980-an

Baca Juga: Kidung Bakja Weda dalam Primbon Jawa: Doa Leluhur Penangkal Gangguan Gaib Bayi yang Jarang Diketahui

Bebek Purnama menjadi salah satu ikon kuliner lama Surabaya. Keistimewaannya terletak pada serundeng bumbu kuning yang kaya rempah. Hingga kini, tempat ini tetap mempertahankan konsep sederhana tanpa membuka cabang, menjadikannya simbol konsistensi rasa.

10. Sego Sambal dengan Lauk Iwak Pe

Sego Sambal Mak Yeye dikenal sebagai kuliner malam dengan ciri khas lauk iwak pe atau ikan pari bakar. Antrean panjang kerap menjadi pemandangan biasa. Rasa pedas sambal berpadu dengan tekstur ikan yang khas membuatnya berbeda dari sego sambal pada umumnya.

Keberadaan tempat-tempat ini menegaskan bahwa kuliner legendaris Surabaya bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita, konsistensi, dan kedekatan dengan kehidupan warganya.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#wisata kuliner Surabaya #kuliner legendaris Surabaya #kuliner malam Surabaya #makanan khas Surabaya #kuliner jawa timur