JAKARTA - Suasana galeri memanas dalam tantangan MasterChef Indonesia One Pot Meal. Episode ini tak hanya menguji kreativitas memasak dengan satu iron cast, tetapi juga kedisiplinan dan kebersihan para kontestan. Teguran keras juri bahkan terdengar sejak sesi penilaian dimulai.
Dalam MasterChef Indonesia One Pot Meal, para peserta diwajibkan memasak satu hidangan lengkap hanya dengan satu panci. Tantangan ini sebelumnya sudah menguras energi selama 30 menit penuh tekanan. Namun rupanya, drama sesungguhnya justru terjadi saat penjurian.
Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika Ragil dipanggil ke depan. Ia menyajikan petamundi dengan lemon dan coconut beurre blanc. Namun sebelum rasa dibahas, juri langsung menyoroti kondisi panci yang dinilai kotor.
Panci Kotor Bikin Juri Murka
“Ini apa? Kotor kayak gini panci yang kamu saksikan?” hardik juri saat melihat sisa minyak dan noda di pinggiran iron cast. Dalam kompetisi sekelas MasterChef Indonesia One Pot Meal, kebersihan adalah standar dasar yang tak bisa ditawar.
Ragil mengakui kesalahannya. Ia tidak membersihkan panci setelah memasak ikan sebelum melanjutkan membuat saus beurre blanc. Akibatnya, aroma amis ikan tertinggal dan memengaruhi rasa saus.
Juri menjelaskan seharusnya setelah ikan di-sear, panci dilap atau bahkan dicuci agar tidak meninggalkan residu minyak dan bau. “Jangan kasih kita air cucian ikan,” tegas juri. Saus yang diharapkan lembut justru dinilai butek dan pecah seperti opor lama.
Ragil meminta maaf dan berjanji memperbaiki kesalahan di tantangan berikutnya agar terhindar dari pressure test.
Baca Juga: Ramalan Shio 2026 Tahun Kuda Api: 6 Shio Ini Diramal Kaya Raya dan Kebanjiran Rezeki!
Rizky Hampir Kena Tegur karena Kapulaga
Berbeda dengan Ragil, Rizky justru tampil cukup meyakinkan. Ia menyajikan shakshuka dengan kombinasi terong, capsicum, dan beef bacon. Namun sempat ada momen menegangkan saat juri menemukan rasa kapulaga terlalu dominan.
Rizky mengaku hanya memasukkan tiga butir kapulaga. Namun kebetulan potongan tersebut termakan langsung oleh juri. “Masih berasa sampai sekarang,” celetuk salah satu juri.
Meski begitu, secara keseluruhan rasa hidangan Rizky dinilai enak dan seimbang. Sausnya dianggap punya potensi besar, hanya saja disarankan memiliki body yang lebih kuat. Penambahan sayuran seperti zucchini dan penggunaan tiga telur agar tampilan lebih simetris menjadi masukan tambahan.
Baca Juga: Asal Usul Monster Nian, Angpao hingga Bait Sajak Musim Semi
“Overall it’s a good dish,” puji juri. Pujian ini menjadi angin segar setelah sebelumnya galeri dipenuhi ketegangan.
Elsa Dikritik Soal Konsistensi
Elsa juga dipanggil maju dengan menu chicken pot pie soup. Namun istilah “soup” langsung dipertanyakan juri. Mereka menilai Elsa sebenarnya ingin membuat chicken pot pie, tetapi karena terlalu berair, ia menyebutnya sup.
“I don’t buy it when you say chicken pot pie soup,” ujar juri tegas.
Dari sisi rasa, hidangan Elsa dinilai tidak bermasalah. Namun ayam dianggap kurang seasoning dan teksturnya terlalu besar sehingga tidak menyatu dengan saus. Selain itu, penggunaan cairan terlalu banyak membuat puff pastry menyerap uap dan tidak golden brown sempurna.
Juri juga menyoroti potongan rosemary yang terlalu besar. Meski aromanya wangi, ukurannya membuat pengalaman makan kurang nyaman. Kritik tersebut menjadi pelajaran penting tentang detail dan konsistensi konsep dalam MasterChef Indonesia One Pot Meal.
Tekanan Berat bagi Juri
Dalam sesi penilaian, juri mengingatkan bahwa mencicipi banyak hidangan dalam kondisi tidak selalu enak adalah tantangan tersendiri. Karena itu, mood sangat dipengaruhi oleh kualitas masakan peserta.
“Kalau kamu serve makanan enggak enak, mood saya pasti berubah,” ujar juri blak-blakan.
Hal ini menunjukkan bahwa tantangan MasterChef Indonesia One Pot Meal bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang menjaga standar sejak awal hingga plating.
Rizky Jadi Pemenang
Setelah melalui kritik tajam dan evaluasi detail, juri akhirnya mengumumkan pemenang challenge pertama hari itu. Kemenangan MasterChef Indonesia One Pot Meal jatuh kepada Rizky.
Ia sempat terburu-buru maju sebelum dipersilakan resmi oleh juri, memancing tawa di tengah ketegangan. Meski begitu, kemenangannya dianggap pantas karena mampu menyajikan hidangan aman, lezat, dan minim kesalahan fatal.
Episode ini menjadi bukti bahwa dalam MasterChef Indonesia, hal kecil seperti membersihkan panci atau menyeimbangkan cairan bisa menentukan nasib. Satu keputusan keliru dapat berujung teguran keras, sementara ketelitian sederhana bisa mengantarkan pada kemenangan.
Dengan satu tantangan selesai, para kontestan kini harus bersiap menghadapi challenge berikutnya. Tekanan semakin tinggi, dan kesalahan sekecil apa pun bisa menjadi tiket menuju pressure test.
Editor : Divka Vance Yandriana