JAKARTA – Tantangan memasak hidangan Korea di galeri MasterChef Indonesia memasuki momen krusial saat tim pertama maju menyajikan hasil masakan mereka di hadapan juri dan tamu spesial asal Korea, Dayoung.
Dengan sisa waktu yang sempat membuat panik di dapur, tim satu tetap tampil percaya diri. Mereka menyajikan satu set menu lengkap, bahkan menambahkan satu hidangan ekstra berupa kimbap di luar rencana awal.
Strategi dan Eksekusi Tim Satu
Tim satu memilih menyajikan sundubu jjigae karena dinilai lebih familiar dibanding kimchi jjigae. Mereka juga menambahkan gamja (kentang) untuk memberi sentuhan manis sebagai penyeimbang rasa gurih dari hidangan lain.
Selain itu, telur (gyeran) dipilih untuk menyeimbangkan rasa karena menu lain sudah cukup kompleks. Meski seharusnya hanya lima komponen, tim ini justru menyajikan enam hidangan.
Keputusan tersebut sempat membuat juri terkejut. Namun respons berubah ketika makanan mulai dicicipi.
Dayoung: “Feels Like Home”
Reaksi Dayoung menjadi sorotan utama. Ia tampak terkesan dengan rasa kimbap yang disajikan.
“Oh my God, they are so good,” ujarnya sambil mengingatkan juri lain bahwa masih ada dua tim lagi yang harus dinilai.
Ia bahkan menyebut hidangan tersebut mengingatkannya pada masakan rumahan di Korea.
“This is like reminds me like a home,” katanya.
Dayoung juga memuji keseimbangan rasa pada seafood, pancake (pajon), hingga nasi putih yang menurutnya dimasak dengan baik. Pajon disebut memiliki tekstur chewy, sticky, crunchy, dan crispy yang seimbang.
Namun, ada sedikit catatan untuk bulgogi yang dinilai terlalu dominan jahe dan kurang tone down agar lebih sempurna.
Detail Rasa yang Jadi Penentu
Juri lain menilai sundubu jjigae tim satu sudah balance dan pas. Kentang dinilai matang sempurna dengan sentuhan manis yang menyatu. Hanya saja, japchae disebut kurang sedikit rasa manis karena cenderung lebih asin.
Secara keseluruhan, hidangan tim satu dinilai sangat baik, bahkan disebut sebagai sajian yang “fits” dengan selera tamu asal Korea tersebut.
Rasa percaya diri pun terpancar dari para anggota tim setelah sesi penilaian. Mereka yakin hidangan yang disajikan sudah maksimal.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi, Siapkan 1,6 juta Lapangan Kerja
Tantangan Belum Usai
Meski mendapat banyak pujian, kompetisi belum berakhir. Dua tim lainnya masih harus maju dan membuktikan kualitas masakan mereka.
Atmosfer di galeri semakin tegang karena komentar juri menunjukkan bahwa selisih kualitas antar tim sangat tipis. Kesalahan kecil bisa menjadi penentu masuk atau lolos dari pressure test.
Dengan standar tinggi yang ditunjukkan tim pertama, persaingan di MasterChef Indonesia Season 13 semakin sulit ditebak.
Editor : Divka Vance Yandriana