JAKARTA – Tantangan dessert di galeri MasterChef Indonesia menghadirkan momen menegangkan sekaligus membanggakan bagi para kontestan. Dalam challenge bertema bake dan crunchy, beberapa peserta dipanggil ke depan untuk menerima penilaian langsung dari juri.
Dari strawberry cheesecake hingga baked chicken, komentar tajam dan pujian mengalir deras. Namun, satu momen paling mencuri perhatian terjadi saat Elsa maju membawa cookies andalannya.
Bunga Pilih Aman dengan No-Bake Cheesecake
Bunga menjadi kontestan pertama yang dipanggil. Ia menyajikan no-bake strawberry cheesecake dengan crumble almond sebagai tekstur crunchy.
Meski challenge bertema “bake”, Bunga memilih tidak memanggang bagian utama cheesecake karena ragu soal kematangan. Keputusan itu justru diapresiasi juri sebagai langkah yang bijak.
Secara rasa, cheesecake dinilai balance dan palatable. Namun dari segi presentasi, juri menyarankan tambahan elemen seperti strawberry jelly atau sponge tipis agar tekstur lebih variatif dan tampilan tidak terlalu flat.
Dewa Tersandung Plating
Berikutnya, Dewa maju dengan baked chicken dan purple sweet potato crunchy set. Awalnya hidangan ini dinilai punya potensi aman dari pressure test.
Namun, kritik datang pada plating yang dianggap berantakan dan warna yang terlihat “dekil”. Saus dinilai terlalu encer, kentang kurang matang di bagian tengah, serta seasoning lada hitam terlalu berat di satu titik.
Meski begitu, kombinasi rasa dan pemilihan sayuran tetap diapresiasi. Secara flavor, hidangan Dewa dinilai masih oke.
Elsa Curi Perhatian Lewat Cookies
Momen paling emosional datang saat Elsa dipanggil. Ia mengaku membawa cookies dengan perasaan campur aduk, namun tetap bangga bisa menyajikannya di meja juri.
Elsa membuat chocolate chip walnut cornflakes cookies dengan tekstur crunchy dari roasted walnut dan cornflakes yang dibalut butter serta sea salt.
Salah satu juri bahkan menyebut cookies tersebut sebagai produk yang “mengubah hidupnya” karena mengingatkan pada awal perjalanan baking.
“No comment. You hit the point,” ujar juri memuji tekstur dan keseimbangan rasa cookies Elsa.
Meski ada catatan kecil soal distribusi cornflakes agar lebih merata, secara keseluruhan cookies tersebut dinilai on point dari rasa, flavor, hingga tekstur.
“You should share this recipe. Ini semua anak-anak bakal suka,” komentar juri lainnya.
Langsung Naik ke Atas
Puncaknya, Elsa langsung diminta naik ke atas oleh juri — tanda ia aman dari tekanan eliminasi.
Momen itu membuatnya merinding dan sangat bahagia. Di tengah ketegangan challenge, keberhasilan Elsa menjadi bukti bahwa eksekusi sederhana namun tepat bisa membawa hasil maksimal.
Persaingan di MasterChef Indonesia Season 13 pun semakin ketat, dengan standar penilaian yang makin detail, mulai dari rasa, tekstur, hingga plating.
Editor : Divka Vance Yandriana