RADAR TULUNGAGUNG - Sektor kuliner masih menjadi tulang punggung penggerak ekonomi mikro di Tulungagung.
Berdasarkan data terbaru dari dinas koperasi dan usaha mikro (dinkop UM), jumlah pelaku usaha kuliner mencapai sekitar 140 ribu unit.
Angka tersebut setara dengan kurang lebih 54 persen dari total 258 ribu usaha mikro yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung.
Hal ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner menjadi sektor paling dominan dibandingkan jenis usaha lainnya.
Baca Juga: Di Tengah Kuliner Modern, Ayam Kremes Tetap Digemari Masyarakat Tulungagung karena Rasa Gurih Renyah
Kepala Dinkop UM Tulungagung, Slamet Sunarto, mengatakan bahwa besarnya jumlah pelaku usaha kuliner tidak lepas dari tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan usaha di bidang tersebut.
“Semua wilayah di Tulungagung punya potensi besar untuk bisnis kuliner. Ini karena kebutuhan masyarakat terhadap makanan terus ada dan cenderung meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi ini masih sangat terbuka untuk dikembangkan.
Baca Juga: Rendang Daging Sapi Khas Sumatra Barat, Hidangan Legendaris dengan Cita Rasa Gurih Pedas Rempah Kuat
Terlebih, saat ini ragam kuliner yang ditawarkan semakin beragam, mulai dari makanan tradisional hingga kekinian yang menyasar berbagai segmen pasar.
Dia menambahkan, perkembangan tren kuliner juga menjadi peluang tersendiri bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar.
“Dengan banyaknya variasi kuliner yang bisa dinikmati masyarakat, ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk terus berkembang,” imbuhnya.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri