JAKARTA - Soto Ayam Cak Pagi Surabaya kembali viral di media sosial karena selalu ramai sejak pagi hari. Warung soto legendaris yang berada di Jalan Embong Malang, Surabaya itu bahkan disebut mampu menghabiskan lebih dari 50 ekor ayam per hari dengan antrean pembeli yang tidak pernah sepi.
Dalam video kuliner yang beredar di YouTube, suasana warung sudah dipadati pelanggan meski baru buka pagi hari. Aroma kuah soto bahkan disebut langsung tercium dari kejauhan sebelum pengunjung tiba di lokasi.
“Baru buka saja langsung diserbu pembeli,” ujar kreator konten saat mengulas Soto Ayam Cak Pagi.
Warung tersebut dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Surabaya yang sudah berjualan sejak 1972 dan tetap mempertahankan cita rasa khas hingga sekarang.
Soto Ayam Cak Pagi Sudah Jualan Sejak 1972
Pemilik warung menjelaskan Soto Ayam Cak Pagi mulai berjualan sejak tahun 1972. Lokasinya tetap berada di kawasan Embong Malang dan tidak pernah berpindah tempat hingga kini.
“Mulai tahun 72 sampai sekarang,” ujar pemilik warung dalam video.
Meski berada di pusat Kota Surabaya, warung sederhana tersebut selalu dipenuhi pelanggan dari berbagai daerah. Bahkan karyawan yang bekerja disebut mencapai 34 orang untuk melayani pembeli setiap hari.
Warung mulai buka sekitar pukul 06.00 WIB hingga paling lambat pukul 15.30 WIB. Namun saat akhir pekan atau hari ramai, stok soto sering habis lebih cepat sekitar pukul 12.00 siang.
Soto Ayam Cak Pagi juga dikenal sebagai kuliner khas Lamongan karena pemiliknya berasal dari daerah tersebut. Cita rasa kuah gurih dan isian melimpah menjadi alasan utama pelanggan terus datang kembali.
Harga Soto Ayam Cak Pagi dan Isiannya Jadi Sorotan
Menu standar Soto Ayam Cak Pagi dibanderol Rp18 ribu per porsi. Jika tanpa nasi, harganya sekitar Rp33 ribu termasuk tambahan lauk tertentu.
Sementara nasi dijual terpisah sekitar Rp5 ribu. Pengunjung juga bisa menambah telur muda utuh dengan harga sekitar Rp15 ribu per porsi.
Dalam video review, pembuat konten memperlihatkan satu mangkuk soto yang berisi potongan ayam, kulit, kuah kental, dan telur muda dalam jumlah banyak.
“Isiannya banyak banget,” katanya.
Kuah soto disebut memiliki rasa gurih segar dengan tekstur sedikit keruh atau “butek” khas soto ayam tradisional Jawa Timur. Perpaduan kecap manis dan sambal membuat rasa semakin kuat dan cocok disantap saat cuaca mendung.
“Manis, pedas, segar. Saya suka kayak gini,” ujar kreator konten setelah mencicipi soto tersebut.
Selain telur muda, pelanggan juga bisa memilih tambahan kulit atau potongan ayam sesuai selera.
Sehari Habiskan 50 Ekor Ayam dan Puluhan Kilo Nasi
Tingginya minat pembeli membuat Soto Ayam Cak Pagi mampu menghabiskan sekitar 50 hingga 55 ekor ayam setiap hari. Jumlah tersebut bisa bertambah saat akhir pekan atau hari libur.
“Kadang lebih dari 50,” kata pemilik warung.
Selain ayam, warung ini juga menghabiskan sekitar 22 hingga 23 kilogram nasi per hari untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Suasana antrean terlihat hampir sepanjang waktu, terutama pada pagi hingga siang hari. Banyak pelanggan sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan menu favorit seperti telur muda.
Popularitas Soto Ayam Cak Pagi semakin meningkat setelah banyak video ulasan kuliner viral di media sosial. Banyak warganet menyebut warung ini sebagai salah satu soto ayam terenak di Kota Surabaya.
Dengan harga terjangkau, rasa gurih khas, serta porsi melimpah, Soto Ayam Cak Pagi berhasil mempertahankan eksistensinya selama lebih dari 50 tahun. Tidak heran jika warung legendaris ini terus menjadi tujuan utama pecinta kuliner saat berkunjung ke Surabaya.
Editor : Divka Vance Yandriana