JAKARTA - Mie Ayam Mas Irin di kawasan Ceger, Tangerang Selatan, viral di media sosial karena menghadirkan mie ayam chili oil dengan rasa rempah unik yang berbeda dari mie ayam biasa. Warung yang baru ramai dalam beberapa pekan terakhir itu bahkan mampu menghabiskan hingga 1.000 porsi dalam sehari.
Antrean panjang terlihat sejak pagi di warung yang berada dekat Pondok Aren tersebut. Banyak pembeli rela menunggu lebih dari satu jam demi mencicipi mie ayam dengan chili oil rempah yang disebut pedas, gurih, manis, sekaligus wangi kari.
“Yang membedakan di sini chili oil-nya pakai bumbu rempah. Jadi rasanya sudah lengkap, enggak perlu diracik lagi,” ujar pemilik warung, Mas Irin, dalam video ulasan kuliner yang viral di YouTube.
Menu mie ayam tersebut kini ramai dibahas di TikTok hingga Instagram karena dianggap punya rasa unik dan berbeda dari mie ayam kebanyakan.
Mie Ayam Mas Irin Viral karena Chili Oil Berempah dan Rasa Nyemek Gurih
Daya tarik utama Mie Ayam Mas Irin terletak pada penggunaan chili oil khas racikan sendiri. Berbeda dari chili oil biasa, minyak cabai di warung ini dicampur dengan bumbu rempah dan topping ayam berbumbu kuning kental.
Hasilnya, mie ayam memiliki rasa kompleks yang langsung terasa sejak suapan pertama. Pedasnya tidak terlalu menusuk di mulut, tetapi memberi sensasi hangat di perut.
“Dia bukan cuma pedas chili oil biasa, tapi ada rasa rempah, gurih, dan aroma kari,” ujar pembuat konten yang mengulas warung tersebut.
Tekstur mie juga menjadi perhatian pelanggan. Mienya dibuat tipis, kenyal, namun tetap lembut sehingga mudah menyerap bumbu.
Topping ayam yang digunakan berbeda dari mie ayam semur pada umumnya. Warna topping terlihat kekuningan dengan kuah kental sehingga menciptakan sensasi “nyemek” saat diaduk bersama mie.
Selain mie ayam reguler, pembeli juga bisa memilih paket lengkap berisi bakso, pangsit, hingga ceker. Harga menu dibanderol mulai Rp15 ribuan hingga Rp23 ribu untuk varian komplet.
Antrean Panjang, Sehari Bisa Habis 500 hingga 1.000 Porsi
Popularitas Mie Ayam Mas Irin meningkat tajam setelah banyak food vlogger mengunggah ulasan mereka di media sosial. Dalam video tersebut, pelanggan terlihat harus mengambil nomor antrean sebelum memesan.
“Ini antre nomor 30 saja bisa nunggu hampir satu setengah jam,” kata salah satu pengunjung.
Mas Irin mengaku awalnya membuka usaha mie ayam di cabang pertama kawasan Sektor 3 sejak 2019. Namun cabang di Ceger baru viral dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir.
“Alhamdulillah mungkin karena rasanya cocok jadi ramai,” ujarnya.
Warung mulai buka pukul 09.00 pagi dan sering kali sudah habis sebelum sore. Dalam kondisi normal, warung mampu menjual sekitar 500 porsi per hari. Jika stok diperbanyak, penjualan bahkan bisa menyentuh 1.000 porsi.
“Kalau stok banyak, jam tiga lanjut lagi sampai sore,” kata Mas Irin.
Lonjakan pembeli membuat pemilik sementara fokus mengembangkan cabang Ceger dan menghentikan operasional cabang lama agar pelayanan lebih maksimal.
Bakso Daging Ayam dan Kuah Rempah Jadi Favorit Pelanggan
Selain chili oil, kualitas topping juga menjadi alasan pelanggan kembali datang. Bakso yang digunakan disebut memiliki tekstur padat dengan isi daging ayam melimpah.
Pangsit goreng dan ceker juga menjadi menu favorit tambahan karena cocok dipadukan dengan kuah rempah mie ayam.
Dalam video ulasan, pembuat konten menyebut perpaduan chili oil, topping ayam, dan bumbu rempah menghasilkan rasa yang belum pernah ia temukan di tempat lain.
“Worth it untuk viral. Ini unik dan benar-benar beda,” ujarnya.
Lokasi warung yang berada di daerah Ceger, dekat Pondok Aren dan Pondok Ranji, juga membuat Mie Ayam Mas Irin mudah dijangkau pelanggan dari wilayah Tangerang Selatan maupun Jakarta Selatan.
Tren mie ayam chili oil kini memang semakin populer di Indonesia. Namun, racikan rempah khas dan topping ayam berbumbu kari membuat Mie Ayam Mas Irin berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner dan menjadi salah satu mie ayam viral paling diburu di Tangerang Selatan.
Editor : Divka Vance Yandriana