Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan di kawasan Monjali, Yogyakarta, menjadi salah satu kuliner yang tengah ramai diburu karena menawarkan porsi lengkap berisi mie ayam, bakso, dan tetelan dengan kuah gurih khas rumahan. Dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp20.000, warung ini disebut selalu dipadati pembeli sejak siang hari.
YOGYAKARTA - Fenomena Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan di kawasan Monjali, utara Yogyakarta, kembali mencuri perhatian pecinta kuliner setelah viral di media sosial karena porsi jumbo, rasa kuah gurih, serta tambahan tetelan yang melimpah. Warung ini dikenal menyajikan kombinasi mie ayam, bakso, dan ayam suwir dalam satu mangkuk dengan harga terjangkau.
Sejak berdiri, Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di sekitar Monjali, terutama karena jam operasionalnya yang mulai pukul 10.00 WIB hingga habis. Pada jam makan siang, warung ini kerap penuh dan bahkan harus menambah meja untuk menampung pembeli.
Kronologi Ramainya Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan di Monjali
Warung Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan awalnya hanya menjual bakso sebelum akhirnya menambahkan menu mie ayam pada tahun 2016. Sejak saat itu, menu mie ayam justru menjadi favorit utama pelanggan. Pemilik warung, Cak Irwan, mengaku ide tersebut muncul karena tingginya permintaan pelanggan.
“Awalnya bakso saja, lalu tahun 2016 mulai jual mie ayam dan akhirnya banyak yang suka,” ujar Cak Irwan dalam wawancara di lokasi. Kini, warung tersebut mampu menghabiskan hingga 18–20 kilogram mie setiap hari, tergantung tingkat keramaian.
Data Penjualan dan Ciri Khas Menu Tetelan yang Jadi Favorit
Salah satu daya tarik utama Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan adalah penggunaan tetelan sapi yang cukup besar. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan sekitar 10–13 kilogram tetelan. Sekitar 75 persen pelanggan disebut memilih menu lengkap dengan tambahan tetelan.
Harga menu di warung ini juga tergolong ramah kantong. Mie ayam biasa dibanderol Rp10.000, sementara mie ayam bakso tetelan lengkap dijual sekitar Rp20.000. “Yang paling banyak itu pakai tetelan, hampir 75 persen pelanggan pilih itu,” kata Cak Irwan.
Selain itu, kuah kaldu yang digunakan tidak memakai penyedap berlebihan, melainkan mengandalkan minyak bumbu dan rebusan tulang serta daging ayam untuk menghasilkan rasa gurih alami.
Dampak Viral dan Antusiasme Pembeli di Lokasi
Viralnya Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan membuat warung ini semakin ramai dikunjungi, terutama saat jam makan siang. Banyak pelanggan bahkan harus menunggu giliran tempat duduk karena kapasitas warung yang terbatas.
Salah satu daya tarik lainnya adalah porsi yang besar. Satu porsi mie ayam bakso tetelan biasanya disajikan terpisah antara mie, bakso, dan tetelan, lengkap dengan kuah kaldu yang bisa ditambah sesuai selera. Hal ini membuat banyak pelanggan memilih untuk menambah kuah karena rasa gurihnya yang kuat.
Beberapa pelanggan menyebut rasa kuahnya “ngaldu banget” dan seimbang antara gurih serta manis. Hal ini menjadi alasan utama mengapa banyak pengunjung kembali lagi setelah mencoba pertama kali.
Penutup: Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan Jadi Kuliner Wajib di Jogja
Dengan harga terjangkau, porsi besar, dan cita rasa kuah gurih khas rumahan, Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan di Monjali Yogyakarta berhasil menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba. Kombinasi mie ayam, bakso, dan tetelan dalam satu sajian menjadikannya favorit berbagai kalangan.
Seperti disampaikan pemilik warung, “Kalau sudah jam makan siang pasti penuh, alhamdulillah banyak yang suka.” Fakta ini menunjukkan bahwa popularitas Mie Ayam Bakso Tetelan Cak Irwan terus meningkat seiring banyaknya rekomendasi dari pelanggan.
Editor : Divka Vance Yandriana