Gado-Gado Bu Joko Pluit Viral, Bumbu Kacang Mede dan Racikan Eks Kontestan MasterChef Bikin Pembeli Rela Datang ke Gang Sempit

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 11:48 WIB
Gado-gado Bu Joko Pluit viral karena bumbu kacang mede dan racikan khas eks MasterChef Indonesia yang rasanya disebut premium. (Pinterest. com)
Gado-gado Bu Joko Pluit viral karena bumbu kacang mede dan racikan khas eks MasterChef Indonesia yang rasanya disebut premium. (Pinterest. com)

 

JAKARTA - Gado-gado Bu Joko di kawasan Pluit, Jakarta Utara, mendadak kembali jadi sorotan setelah ulasan video kuliner menyebut racikan bumbu kacangnya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Kedai kecil yang tersembunyi di dekat sekolah BPK Penabur itu dikenal karena menggunakan kacang mede dan racikan eks kontestan MasterChef Indonesia.

Dalam tayangan video kuliner tersebut, pembawa acara mengunjungi Kedai Bu Joko yang berada di kawasan Pluit Karang Molek. Lokasinya disebut sangat kecil hingga mudah tertutup mobil parkir di bagian depan.

Meski sederhana, kedai ini justru ramai diburu pelanggan karena menu gado-gado, ketoprak, dan mie kangkungnya disebut memiliki rasa premium dengan bumbu kacang yang berbeda dari kebanyakan tempat makan lain.

Baca Juga: Kuliner Kuasai 54 Persen Usaha Mikro di Tulungagung, Jumlah Pelaku Usaha Tembus 140 Ribu Unit

Gado-Gado Bu Joko Punya Bumbu Kacang Mede dan Terasi yang Jadi Pembeda

Keistimewaan utama gado-gado Bu Joko terletak pada racikan bumbu kacangnya. Dalam video tersebut, pemilik kedai menjelaskan bahwa bumbu dibuat menggunakan campuran kacang tanah dan kacang mede.

“Iya pakai kacang mede,” ujar Bu Joko saat ditanya soal resep bumbu kacangnya.

Selain kacang mede, bumbu juga menggunakan terasi dan asam yang membuat cita rasa lebih gurih dan kompleks. Kombinasi tersebut membuat rasa gado-gado dianggap lebih premium dibanding bumbu kacang biasa.

Baca Juga: Panduan Wisata Puerto Escondido Meksiko: 7 Pantai Indah, Spot Surfing Kelas Dunia, hingga Kuliner Lokal yang Bikin Traveler Jatuh Cinta

Pembawa acara bahkan langsung memuji rasa saus kacangnya setelah mencicipi satu suapan pertama.

“Bumbu kacang kalau pakai kacang mede begini nih terasa mahal,” katanya.

Tekstur bumbunya juga disebut berada di tengah, tidak terlalu kasar namun juga tidak encer. Hal itu membuat saus kacang mampu menyelimuti sayuran dan lontong dengan sempurna.

Selain itu, rasa terasi pada bumbu tidak terlalu menyengat, tetapi tetap memberi karakter kuat pada gado-gado. Penggunaan bahan segar seperti timun, selada, kentang, tahu, dan sayuran lain juga membuat rasa semakin menonjol.

Baca Juga: Kenapa Malioboro Jogja Selalu Ramai ? Ini 5 Alasan Utama dari Wisata Malam, Kuliner hingga Fasilitas Gratis

“Pemilihan bahan juga bersih, fresh,” lanjut sang kreator kuliner.

Kedai Kecil Dekat Sekolah Penabur Ini Ternyata Sudah Lama Berdiri

Kedai Bu Joko berada di kawasan Pluit Karang Molek, Jakarta Utara. Lokasinya berada di dekat sekolah BPK Penabur dan cukup tersembunyi karena ukuran tempat jualannya sangat kecil.

“Kalau di depan ada parkir mobil, langsung ketutup,” ujar pembawa acara.

Meski tempatnya sederhana, kedai tersebut ternyata sudah lama berdiri dan memiliki pelanggan setia. Dinding kedai bahkan dipenuhi foto pelanggan serta dokumentasi orang-orang yang pernah datang makan.

Baca Juga: Bazar Kuliner PBTY 2026 di Kampung Ketandan Diserbu Pengunjung, 172 Tenant Ramaikan Festival Imlek Malioboro

Dalam percakapan di video, pemilik kedai juga disebut pernah berkaitan dengan ajang MasterChef Indonesia. Hal itu membuat banyak pelanggan penasaran dengan kualitas rasa makanannya.

Menu yang dijual cukup beragam, mulai dari gado-gado, ketoprak, hingga mie kangkung. Namun, menu paling favorit tetap gado-gado.

“Paling favorit kayaknya gado-gado,” kata pembawa acara.

Baca Juga: Wisata Dekat Stasiun Malang Kota Baru: 8 Spot Ikonik yang Bisa Dijangkau Jalan Kaki, Kuliner hingga Wisata Lawas Jadi Favorit

Harga satu porsi gado-gado juga tergolong masih terjangkau untuk kawasan Jakarta Utara. Satu porsi gado-gado dengan lontong dibanderol Rp50 ribu, sedangkan mie kangkung dijual Rp55 ribu.

Selain gado-gado, mie kangkung juga menjadi perhatian karena memiliki aroma khas dan topping daging yang kuat.

Viral karena Disebut Salah Satu Gado-Gado Terbaik di Indonesia

Respons positif terhadap gado-gado Bu Joko terus bermunculan setelah video ulasan kuliner tersebut viral di media sosial. Pembawa acara bahkan menyebut rasa gado-gado itu membuatnya langsung teringat sang istri dan ingin membawa pulang satu porsi tambahan.

“Begitu makan langsung keingat istri gua,” ujarnya.

Baca Juga: Menyelami Kekayaan Budaya Yogyakarta: Pasar Beringharjo, Surga Batik dan Kuliner Tradisional

Ia juga menyebut bumbu kacang di tempat tersebut sangat melimpah dan tidak pelit. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa pelanggan merasa puas saat menyantap satu porsi gado-gado.

“Yang gua suka di tempat ini bumbu kacangnya melimpah,” katanya lagi.

Di tengah menjamurnya kuliner modern, keberadaan kedai sederhana seperti Bu Joko justru membuktikan bahwa makanan tradisional tetap punya tempat di hati masyarakat. Racikan bumbu khas, penggunaan kacang mede, dan kualitas bahan segar menjadi kekuatan utama yang membuat pelanggan rela datang ke lokasi sempit sekalipun.

Baca Juga: On The Rock Jogja: Wisata Pantai dan Kuliner Estetik di Atas Karang Gunungkidul

Kedai ini juga memperlihatkan bahwa kuliner legendaris tidak selalu hadir di restoran besar. Dari gang kecil di Pluit, gado-gado Bu Joko justru berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner hingga disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : NexCarlos
gado-gado Bu Joko Pluit gado-gado viral Jakarta bumbu kacang mede kuliner Pluit Jakarta Utara gado-gado terenak di Indonesia