Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Salah Menyimpan Daging Kurban Bisa Sebabkan Keracunan Makanan, Ini Penjelasan Dinkes Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 28 Mei 2026 | 10:24 WIB
Penyimpanan daging kurban yang salah dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.(freepik.com/brgfx)
Penyimpanan daging kurban yang salah dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.(freepik.com/brgfx)

RADAR TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyimpan daging kurban.

Itu karena hal tersebut bisa memengaruhi kualitas daging yang akan dimasak.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani menjelaskan, penyimpanan daging kurban yang salah dapat memicu pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E-coli.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan apabila daging dikonsumsi dalam kondisi tidak aman.

Baca Juga: Rahasia Daging Kurban Empuk dan Bebas Bau Prengus, Ternyata Teknik Pengolahan Jadi Penentu Utama

“Penyimpanan yang tidak tepat bukan hanya membuat daging cepat rusak, tetapi juga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri yang membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Selain memicu bakteri, kesalahan penanganan juga dapat merusak kualitas daging. Tekstur menjadi lembek, warna berubah, hingga muncul bau tidak sedap akibat kelembapan berlebih saat penyimpanan.

Dinkes Tulungagung pun mengedukasi masyarakat agar menyimpan daging menggunakan wadah kedap udara berbahan food grade atau plastik vakum.

Wadah harus tertutup rapat agar kualitas daging tetap terjaga dan terhindar dari freezer burn.

Baca Juga: Bakso Super Sultan Lamongan Viral, Porsi Rp100 Ribu Lebih Besar dari Kepala Orang dan Isi Daging Melimpah

Untuk penyimpanan jangka pendek, daging disarankan ditempatkan di chiller dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius selama tiga hingga lima hari.

Penyimpanan jangka panjang sebaiknya menggunakan freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius.

Desi juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memasukkan daging segar ke freezer. Menurutnya, perubahan suhu mendadak dapat merusak sel daging sehingga teksturnya menjadi kurang baik saat diolah.

“Lebih baik daging disimpan dulu di chiller selama 12 sampai 24 jam sebelum dibekukan,” jelasnya.

Baca Juga: Rendang Daging Sapi Khas Sumatra Barat, Hidangan Legendaris dengan Cita Rasa Gurih Pedas Rempah Kuat

Tak kalah penting, masyarakat diminta tidak mencuci daging mentah sebelum disimpan. Kebiasaan tersebut justru dapat menyebarkan bakteri melalui percikan air ke permukaan dapur maupun peralatan memasak.

Sebagai gantinya, daging cukup dilap menggunakan tisu atau kain bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Selain itu, masyarakat diimbau memisahkan daging dengan jeroan, membagi dalam porsi kecil sekali masak, serta memberi label tanggal penyimpanan agar lebih mudah dikontrol. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#penyimpanan daging #keracunan #daging kurban #dinkes tulungagung