Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Aroma Sate Kambing Jadi Ciri Khas Idul Adha di Tulungagung, Ini Rahasia Daging Tetap Empuk dan Gurih

Dharaka R. Perdana • Jumat, 29 Mei 2026 | 11:04 WIB
Di tengah banyaknya pilihan olahan daging kurban, sate masih menjadi menu favorit masyarakat karena dianggap paling praktis dan mudah dibuat.(ILUSTRASI AI)
Di tengah banyaknya pilihan olahan daging kurban, sate masih menjadi menu favorit masyarakat karena dianggap paling praktis dan mudah dibuat.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Aroma asap pembakaran sate kambing hampir selalu menjadi penanda khas suasana Idul Adha di Tulungagung.

Di tengah banyaknya pilihan olahan daging kurban, sate masih menjadi menu favorit masyarakat karena dianggap paling praktis dan mudah dibuat.

Cukup dengan potongan daging kambing, tusuk bambu, serta bumbu oles sederhana berupa kecap, hidangan khas tersebut sudah bisa tersaji hangat di halaman rumah maupun sudut kampung saat momen kurban tiba.

“Kalau sate itu paling praktis dibanding olahan lain,” ujar Wakit, salah satu pemilik warung sate kambing asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.

Baca Juga: Salah Menyimpan Daging Kurban Bisa Sebabkan Keracunan Makanan, Ini Penjelasan Dinkes Tulungagung

Menurut Wakit, masyarakat Tulungagung umumnya lebih menyukai sate kambing dengan tingkat kematangan penuh.

Meski demikian, sebagian penikmat sate juga ada yang memilih daging setengah matang karena dianggap memiliki tekstur lebih lembut. 

“Mayoritas sukanya matang penuh, tapi ada juga yang suka setengah mata” katanya.

Dalam proses pembakaran, Wakit menyebut waktu menjadi faktor penting untuk menghasilkan sate yang matang merata tanpa membuat tekstur daging terlalu keras.

Baca Juga: Rahasia Daging Kurban Empuk dan Bebas Bau Prengus, Ternyata Teknik Pengolahan Jadi Penentu Utama

Dia menyarankan pembakaran dilakukan minimal selama lima menit agar bagian dalam daging benar-benar matang sempurna.

Selain teknik membakar, pemilihan bagian daging juga sangat memengaruhi hasil akhir sate kambing.

Seperti besar kecilnya bara api di arang. Meski begitu, menurutnya tingkat keempukan daging sebenarnya relatif dan bergantung pada cara pengolahan. 

“Ada kambing tua yang tetap bisa empuk kalau pengolahannya tepat,” jelasnya.

Baca Juga: Resep Gado-Gado Siram Praktis ala Yongki Gunawan Viral, Pakai Kacang Mede dan Kecap 150 Gram Bikin Rasa Mewah

Untuk menghasilkan sate dengan tekstur paling lembut, bagian atas tubuh kambing disebut menjadi pilihan terbaik.

Sementara bagian yang terlalu alot biasanya lebih cocok diolah menjadi menu berkuah seperti gule. 

“Kalau yang benar-benar alot biasanya dibuat gule,” imbuhnya.

Tak hanya soal tekstur, cita rasa masakan kambing juga sangat ditentukan penggunaan bumbu rempah.

Khusus untuk gule, penggunaan santan kanil disebut memberi pengaruh besar terhadap kekayaan rasa dan aroma masakan. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#idul adha #kuliner #sate kambing #Menu favorit