RADAR TULUNGAGUNG – Berkunjung ke Kota Malang tidak lengkap tanpa menjelajahi ragam kuliner legendaris Malang yang telah bertahan puluhan tahun dan menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal. Mulai dari makanan berat, camilan tradisional, hingga kuliner malam, semuanya menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Keberadaan kuliner legendaris Malang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak tempat makan yang masih mempertahankan resep turun-temurun selama puluhan tahun sehingga cita rasanya tetap autentik hingga saat ini.
Bagi wisatawan yang sedang merencanakan liburan ke Kota Malang, berikut sejumlah kuliner legendaris Malang yang wajib masuk daftar kunjungan.
Nasi Ganjal hingga Sego Sambal yang Selalu Ramai
Warung Mekar Jaya menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di kawasan Soekarno Hatta. Tempat ini dikenal sebagai pelopor nasi ganjal, yakni nasi gurih yang dipadukan dengan daun jeruk, ikan teri, dan berbagai pilihan lauk seperti cakalang, cumi, hingga daging sapi.
Bagi pencinta makanan pedas, Sego Sambal Cak U menjadi pilihan yang tak boleh dilewatkan. Sambal tomat segarnya dipadukan dengan kacang panjang mentah dan tempe sehingga menghasilkan sensasi rasa yang unik dan menggugah selera.
Sementara itu, Mie Bakar Cobek Kawitan menawarkan pengalaman berbeda dengan sajian mie bakar yang disajikan di atas cobek. Variannya beragam, mulai dari sambal hijau, cumi hitam, udang, hingga keju.
Jajanan Tradisional yang Tetap Eksis
Pecinta jajanan tradisional wajib mencicipi Lumpur Arab Legenda yang berada di kawasan Kauman. Kue lumpur di tempat ini masih dimasak menggunakan arang sehingga menghasilkan aroma khas yang menjadi ciri utamanya.
Selain itu, Pos Ketan Legenda 1967 juga menjadi destinasi favorit wisatawan. Ketan pulen dengan berbagai pilihan topping seperti gula merah, susu keju, ayam pedas, hingga nangka membuat tempat ini selalu ramai pengunjung.
Tak kalah menarik, Orem-Orem Khas Arema menawarkan hidangan tradisional berbahan tempe dengan kuah santan kental yang menjadi salah satu identitas kuliner Kota Malang.
Baca Juga: Dari Efisiensi 2025 ke Efisiensi 2026: Sinyal Apa yang Pasar Beri?
Deretan Rumah Makan Legendaris Puluhan Tahun
Pecel Kawi Hj Musilah yang berdiri sejak 1975 menjadi salah satu tempat sarapan favorit di Malang. Ciri khasnya terletak pada bumbu kacang yang kental dengan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Warung Lama Haji Ridwan yang berada di Pasar Besar Malang juga menjadi tujuan wisata kuliner karena menyajikan rawon, sate kompi, hingga nasi campur dengan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi pencinta sate, Warung Sate Gebuk 1920 menawarkan sate daging sapi dengan bumbu khas yang telah bertahan lebih dari satu abad. Daging yang digunakan dikenal empuk dan kaya rasa.
Kuliner Malam yang Tak Pernah Sepi
Saat malam tiba, wisatawan dapat menghangatkan tubuh dengan Wedang Ronde Titoni 1948 yang telah menjadi ikon kuliner malam Kota Malang. Menu andalannya berupa wedang ronde, angsle, hingga cakwe yang cocok dinikmati saat udara dingin.
Pilihan lainnya adalah Sego Resek Pak Man yang telah eksis sejak 1959. Meski namanya berarti nasi sampah, kuliner ini justru terkenal karena cita rasanya yang kaya rempah dan harga yang ramah di kantong.
Soto Ayam Lombok juga menjadi destinasi kuliner malam favorit masyarakat Malang. Kuah bening yang gurih dan potongan ayam yang melimpah menjadi alasan tempat ini selalu ramai pengunjung.
Rawon Rampal hingga Toko Oen yang Ikonik
Tak lengkap membahas kuliner Malang tanpa menyebut Rawon Rampal. Berdiri sejak 1957, tempat makan ini terkenal dengan kuah rawon yang pekat karena masih dimasak menggunakan tungku kayu dan arang.
Selain itu, Toko Oen menjadi salah satu restoran bersejarah yang masih mempertahankan nuansa kolonial Belanda. Selain menyajikan berbagai menu klasik, tempat ini juga terkenal dengan es krim legendarisnya.
Sementara itu, Depot Hok Lay yang berdiri sejak 1946 tetap menjadi favorit pecinta kuliner Tionghoa dengan menu andalan seperti pangsit mie, lumpia Semarang, dan lomie.
Dengan banyaknya pilihan makanan khas dan rumah makan bersejarah, Kota Malang menawarkan pengalaman wisata kuliner yang lengkap. Mulai dari makanan tradisional, kuliner malam, hingga restoran legendaris, semuanya menjadi alasan mengapa Malang selalu menjadi destinasi favorit para pencinta kuliner dari berbagai daerah.
Editor : Gita Dwi Nuraini