Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

12 Kuliner Legendaris Malang yang Tak Pernah Sepi, dari Bakso Presiden hingga Rawon Nguling

Gita Dwi Nuraini • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:04 WIB
Kuliner legendaris Malang wajib dicoba, mulai Bakso Presiden, Rawon Nguling, Pecel Kawi hingga Ronde Titoni yang melegenda.(Gemini AI)
Kuliner legendaris Malang wajib dicoba, mulai Bakso Presiden, Rawon Nguling, Pecel Kawi hingga Ronde Titoni yang melegenda.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kota Malang tidak hanya terkenal dengan udara sejuk dan beragam destinasi wisata menarik. Kota terbesar kedua di Jawa Timur ini juga dikenal sebagai surganya pecinta kuliner dengan berbagai pilihan makanan khas yang telah bertahan selama puluhan tahun. Tak heran jika kuliner legendaris Malang selalu menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke Kota Apel.

Keunikan kuliner legendaris Malang terletak pada cita rasa yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi. Mulai dari bakso, rawon, pecel, hingga jajanan tradisional, semuanya memiliki karakteristik tersendiri yang membuat pengunjung selalu ingin kembali.

Selain rasanya yang autentik, sebagian besar kuliner legendaris Malang juga menawarkan harga yang relatif terjangkau. Berikut sejumlah rekomendasi tempat makan legendaris yang wajib dicoba saat berada di Kota Malang.

Baca Juga: 13 Wisata Malang Terbaru yang Lagi Hits 2026, dari Arjuna Geopark hingga Paribendo, Cocok untuk Liburan Keluarga dan Healing

Bakso dan Mie Legendaris yang Selalu Ramai

Salah satu destinasi kuliner yang paling terkenal adalah Bakso Solo Kidul Pasar. Tempat makan ini dikenal dengan kuah kaldu sapi yang gurih serta pilihan bakso yang beragam, mulai dari bakso halus, urat hingga bakso telur. Harganya pun cukup ramah di kantong sehingga selalu ramai pengunjung.

Tak kalah populer, Mie Gajah Mada menjadi favorit pecinta mie ayam. Tekstur mie yang kenyal dipadukan topping ayam cincang manis gurih dan kuah kaldu hangat membuat tempat ini tetap eksis meski telah berdiri puluhan tahun.

Sementara itu, Bakso Presiden menawarkan pengalaman berbeda karena lokasinya berada di dekat rel kereta api. Sensasi menikmati semangkuk bakso sambil melihat kereta melintas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Baca Juga: Wisata Malang 5 Hari 4 Malam, Jelajahi Bromo, Tumpak Sewu hingga Teluk Asmara yang Dijuluki Raja Ampatnya Jawa Timur

Rawon dan Masakan Khas Jawa Timur

Bagi pencinta masakan tradisional, Masakan Haji Ridwan menjadi salah satu pilihan yang layak dikunjungi. Rumah makan ini terkenal dengan rawon, soto, dan nasi campur yang memiliki cita rasa khas Jawa Timur.

Selain itu, Rawon Nguling juga menjadi ikon kuliner Malang yang tak boleh dilewatkan. Kuah hitam pekat yang berasal dari kluwek dipadukan dengan daging sapi empuk menghasilkan rasa gurih yang kaya rempah.

Rawon Nguling biasanya disajikan bersama tauge, telur asin, sambal, dan empal goreng yang semakin menambah kenikmatan saat disantap dengan nasi hangat.

Baca Juga: Dari Efisiensi 2025 ke Efisiensi 2026: Sinyal Apa yang Pasar Beri?

Kuliner Khas Malang yang Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Malang memiliki sejumlah makanan khas yang jarang ditemukan di kota lain. Salah satunya adalah Orem-Orem Arema.

Hidangan ini terdiri dari ketupat, tempe, ayam, dan kuah santan gurih yang memiliki cita rasa khas. Orem-orem telah menjadi makanan favorit masyarakat Malang sejak lama dan masih bertahan hingga sekarang.

Ada pula Pecel Kawi yang terkenal dengan sambal kacang kental serta perpaduan sayuran segar dan aneka lauk pendamping. Menu ini menjadi pilihan favorit untuk sarapan maupun makan siang.

Sementara bagi pencinta makanan pedas, Sego Sambal Cak Uut menjadi destinasi wajib. Sambal pedas yang menjadi ciri khas warung ini berhasil menarik banyak pelanggan, terutama pada malam hari.

Jajanan dan Kuliner Malam Favorit

Tidak hanya makanan berat, Malang juga memiliki beragam kuliner malam legendaris. Salah satunya adalah Ronde Titoni yang telah berdiri sejak 1948.

Wedang ronde berisi bola ketan dengan isian kacang yang disajikan bersama kuah jahe hangat menjadi pilihan tepat untuk menikmati udara dingin Kota Malang pada malam hari.

Selain itu, Depot Tahu Lontong juga menjadi favorit masyarakat. Hidangan sederhana berupa tahu goreng, lontong, dan siraman bumbu kacang gurih manis ini dikenal memiliki cita rasa yang khas dan selalu membuat pelanggan kembali.

Tempat Makan Bersejarah yang Tetap Bertahan

Toko Oen menjadi salah satu restoran paling ikonik di Malang. Bangunan bergaya kolonial yang masih terawat menghadirkan suasana tempo dulu yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menu favorit di tempat ini adalah es krim homemade yang telah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Selain itu tersedia pula berbagai hidangan khas Indonesia, Belanda, dan Tionghoa.

Sementara itu, Depot Hok Lay yang berdiri sejak 1946 juga masih menjadi tujuan wisata kuliner favorit. Lumpia goreng dan pangsit mie menjadi menu andalan yang banyak dicari pelanggan.

Dengan banyaknya pilihan makanan khas dan tempat makan bersejarah, Malang menawarkan pengalaman wisata kuliner yang lengkap. Perpaduan cita rasa autentik, harga terjangkau, serta sejarah panjang di balik setiap hidangan menjadikan kuliner legendaris Malang selalu menarik untuk dijelajahi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Kuliner Legendaris Malang #Bakso Presiden #Pecel Kawi #Ronde Titoni #Rawon Nguling