RADAR TULUNGAGUNG - Pasar Oro-Oro Dowo Malang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner favorit di Kota Malang. Tidak hanya menjadi tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional yang berdiri sejak 1932 ini juga menawarkan beragam kuliner khas yang selalu diburu warga lokal maupun wisatawan.
Pasar Oro-Oro Dowo Malang yang berlokasi di Jalan Guntur Nomor 20, Kecamatan Klojen, menjadi pilihan menarik bagi pencinta wisata kuliner. Setiap pagi, pasar ini dipenuhi pengunjung yang datang untuk sarapan, berburu jajanan tradisional, hingga menikmati suasana khas pasar yang bersih dan nyaman.
Keunikan Pasar Oro-Oro Dowo Malang terletak pada perpaduan antara pasar tradisional dan sentra kuliner. Berbagai makanan khas dapat ditemukan dengan mudah, mulai dari kue lumpur, klepon, onde-onde, gudeg, rawon, soto, hingga aneka gorengan yang dibuat langsung di lokasi.
Surga Kuliner Tradisional di Tengah Kota Malang
Memasuki area pasar, pengunjung langsung disambut deretan lapak makanan yang menggoda selera. Salah satu yang paling banyak diburu adalah kue lumpur yang kerap mengundang antrean panjang sejak pagi hari. Teksturnya yang lembut dan disajikan dalam kondisi hangat membuat jajanan ini menjadi favorit banyak orang.
Selain itu, tersedia pula aneka jajanan pasar seperti klepon, cenil, lupis, cucur, lumpia, pastel premium, hingga pisang goreng madu. Sebagian besar pedagang bahkan masih mempertahankan proses pembuatan tradisional sehingga cita rasanya tetap autentik.
Bagi pencinta makanan berat, pilihan kuliner di pasar ini juga sangat beragam. Pengunjung dapat menikmati nasi liwet, gudeg, sate Ponorogo, nasi campur, lontong sayur, hingga berbagai masakan rumahan yang siap disantap di tempat.
Pasar Bersih dan Nyaman untuk Wisata Kuliner
Salah satu keunggulan Pasar Oro-Oro Dowo Malang adalah kebersihannya. Pasar ini dikenal sebagai pasar bersih pertama di Kota Malang. Area dalam pasar terlihat tertata rapi dengan lantai yang bersih serta ventilasi yang baik sehingga suasana tetap nyaman meski ramai pengunjung.
Fasilitas pendukung juga terus berkembang. Kini tersedia layanan isi ulang air minum mandiri, area parkir yang memadai, ATM, musala, toilet bersih, ruang laktasi, hingga fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau pengunjung.
Tidak hanya itu, sistem pembayaran digital menggunakan QRIS juga telah diterapkan oleh banyak pedagang sehingga transaksi menjadi lebih praktis.
Baca Juga: Dari Efisiensi 2025 ke Efisiensi 2026: Sinyal Apa yang Pasar Beri?
Berburu Oleh-Oleh Khas Malang
Selain kuliner, pasar ini juga menjadi lokasi berburu oleh-oleh khas Malang. Berbagai produk seperti keripik tempe, keripik nangka, kerupuk, camilan tradisional, hingga tas anyaman tersedia di sejumlah lapak.
Wisatawan yang datang dapat sekaligus membeli buah segar, sayuran, rempah-rempah, maupun produk UMKM lokal yang dijual dengan harga terjangkau.
Keberagaman produk tersebut membuat Pasar Oro-Oro Dowo bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan pengalaman budaya dan kuliner dalam satu lokasi.
Rawon dan Ote-Ote Jadi Menu Favorit
Salah satu kuliner yang banyak direkomendasikan adalah rawon yang dijual di area pasar. Dengan harga sekitar Rp15 ribu per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati kuah hitam khas rawon dengan potongan daging sapi yang cukup besar.
Selain rawon, jajanan khas Malang berupa ote-ote atau weci juga menjadi favorit. Berukuran besar dengan isian ayam cincang, nori, dan daun bawang, makanan ini menawarkan tekstur renyah di luar namun tetap lembut dan juicy di bagian dalam.
Keberadaan berbagai kuliner legendaris dan jajanan tradisional tersebut membuat Pasar Oro-Oro Dowo Malang terus menjadi tujuan wisata kuliner yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Dengan kombinasi kuliner lezat, fasilitas yang nyaman, serta suasana pasar tradisional yang masih terjaga, Pasar Oro-Oro Dowo Malang layak masuk daftar destinasi yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Kota Malang.
Editor : Gita Dwi Nuraini