RADAR TULUNGAGUNG - Soto Ayam Tengger Cak No menjadi salah satu kuliner yang sedang ramai diperbincangkan pecinta makanan di Surabaya. Warung soto yang berlokasi di Jalan Pemon Kali Nomor 63B ini viral karena menawarkan porsi besar, kuah kaya koya, dan isian melimpah dengan harga yang masih terjangkau.
Bahkan sebelum warung benar-benar buka, antrean pembeli sudah terlihat mengular. Dari area parkir hingga depan warung dipenuhi pelanggan yang rela datang pagi demi mendapatkan semangkuk soto ayam Tengger yang terkenal mengenyangkan itu.
Fenomena tersebut membuat Soto Ayam Tengger Cak No semakin dikenal luas, tidak hanya di kalangan warga Surabaya, tetapi juga para pencinta kuliner dari luar kota yang penasaran dengan porsinya yang disebut “brutal”.
Kuah Kental dan Koya Melimpah Jadi Ciri Khas
Salah satu hal yang paling menonjol dari Soto Ayam Tengger Cak No adalah kuahnya yang kental dan penuh koya. Dalam proses penyajiannya, koya ditambahkan dalam jumlah banyak hingga membuat kuah terasa lebih gurih dan kaya rasa.
Isian sotonya juga lengkap, mulai dari daging ayam, telur, jeroan, hingga ceker. Banyak pelanggan memilih versi campur karena dianggap paling puas dan cocok untuk porsi makan besar.
“Porsinya satu mangkuk benar-benar penuh, cocok buat yang lagi lapar berat,” ujar salah satu pelanggan yang datang pagi hari.
Selain itu, pelanggan juga bisa menambahkan “gromoan”, yaitu tambahan isian sesuai selera tanpa aturan baku. Konsep fleksibel ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang ingin menikmati soto dengan porsi lebih maksimal.
Baca Juga: 12 Kuliner Legendaris Malang yang Tak Pernah Sepi, dari Bakso Presiden hingga Rawon Nguling
Baru Buka Sudah Langsung Ramai
Warung ini buka mulai pukul 06.00 WIB hingga habis, dan ramai hampir setiap hari. Menurut pemilik warung, mereka menghabiskan sekitar 40 kilogram ayam setiap harinya untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Setiap hari sekitar 40 kilo ayam,” kata pemilik warung saat melayani pembeli yang terus berdatangan.
Ramainya pelanggan membuat suasana warung selalu hidup sejak pagi. Banyak pengunjung datang bersama keluarga atau teman karena porsinya memang cocok untuk makan ramai-ramai.
Baca Juga: 20 Kuliner Legendaris Malang yang Wajib Dicoba, dari Rawon Rampal hingga Sego Resek Pak Man
Harga Murah dengan Porsi Besar
Meski porsinya sangat besar, harga Soto Ayam Tengger Cak No tergolong ramah di kantong. Untuk satu mangkuk soto lengkap tanpa minuman dibanderol sekitar Rp15.000.
Jika ditambah minuman, harga paketnya menjadi sekitar Rp17.000 hingga Rp19.000 tergantung ukuran minuman yang dipilih. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan semangkuk soto penuh isian dan koya melimpah.
Tak heran jika banyak pelanggan menilai kuliner ini memiliki value yang sangat tinggi dibandingkan harga yang dibayar.
Buka Selasa sampai Minggu
Soto Ayam Tengger Cak No buka dari hari Selasa hingga Minggu, sementara hari Senin digunakan untuk libur dan istirahat. Jam operasional dimulai sejak pagi hingga makanan habis terjual.
Bagi pencinta kuliner Surabaya, warung ini kini menjadi salah satu destinasi wajib untuk sarapan atau makan pagi dengan porsi besar dan rasa yang memuaskan.
Keberhasilan Soto Ayam Tengger Cak No membuktikan bahwa kuliner sederhana dengan cita rasa kuat dan porsi melimpah masih sangat diminati masyarakat. Kombinasi kuah gurih, koya tebal, dan isian lengkap membuat semangkuk soto ini sulit dilupakan.
Bagi yang sedang berburu kuliner viral di Surabaya, Soto Ayam Tengger Cak No bisa menjadi pilihan tepat untuk menikmati sarapan khas Jawa Timur yang mengenyangkan sekaligus menggugah selera.
Editor : Gita Dwi Nuraini