Perbedaan Keris Pamengkang Jagat dan Pegat Waja Terungkap, Sama-sama Produk Gagal Tapi Nasibnya Berbeda di Dunia Tosan Aji

Divka Vance Yandriana • Dipublikasikan Jumat, 19 Juni 2026 | 21:33 WIB
Perbedaan keris Pamengkang Jagat dan Pegat Waja ternyata sangat mencolok. Sama-sama produk gagal, tetapi dipercaya memiliki nasib berbeda. (Pinterest)
Perbedaan keris Pamengkang Jagat dan Pegat Waja ternyata sangat mencolok. Sama-sama produk gagal, tetapi dipercaya memiliki nasib berbeda. (Pinterest)

JAKARTA - Perbedaan keris Pamengkang Jagat dan Pegat Waja menjadi topik yang menarik perhatian para pecinta tosan aji dan kolektor pusaka di Indonesia. Meski sama-sama dianggap sebagai hasil proses pembuatan yang tidak sempurna, kedua jenis keris ini memiliki pandangan yang sangat berbeda di kalangan penggemar keris tradisional.

Dalam dunia perkerisan, keris Pamengkang Jagat dikenal sebagai pusaka yang banyak diburu oleh mereka yang lebih mengutamakan nilai spiritual atau tuah dibandingkan nilai seni. Sebagian kalangan bahkan meyakini keris ini memiliki daya magis yang lebih kuat dibandingkan keris normal yang tidak mengalami cacat pada bilahnya.

Kepercayaan tersebut membuat keris Pamengkang Jagat menjadi salah satu jenis keris yang cukup populer di kalangan kolektor. Namun, di sisi lain, kalangan keraton justru memiliki pandangan berbeda terhadap pusaka yang satu ini.

Baca Juga: 13 Alasan Om Faiz Beli Lagi Motor Listrik ALVA One Bekas, Ternyata Bukan Karena Murah Saja

Mengenal Keris Pamengkang Jagat

Pamengkang Jagat merupakan istilah yang digunakan untuk keris yang memiliki retakan atau celah pada bagian bilahnya. Retakan tersebut umumnya ditemukan pada keris dengan pamor miring dan terjadi akibat proses penempaan yang kurang sempurna.

Dalam proses pembuatannya, lapisan besi dan bahan pamor tidak menyatu secara sempurna. Kondisi ini biasanya baru diketahui setelah keris selesai ditempa dan memasuki tahap penyepuhan. Pada tahap tersebut, bilah keris tiba-tiba menunjukkan retakan yang sebelumnya tidak terlihat.

Dari sudut pandang teknis, kondisi tersebut membuat Pamengkang Jagat sering disebut sebagai produk gagal. Sebab, hasil akhir keris tidak sesuai dengan standar pembuatan yang diharapkan oleh empu.

Baca Juga: Alpha One XP Resmi Meluncur, Motor Listrik Baru Harga Rp31 Jutaan dengan TFT Digital dan Jarak Tempuh hingga 140 Km

Meski demikian, muncul keyakinan di masyarakat bahwa keris ini memiliki tuah yang istimewa. Sebagian orang menganggap retakan tersebut justru memberikan karakter spiritual tertentu yang tidak dimiliki keris biasa.

Mengapa Banyak Diburu Kolektor?

Menurut pandangan esoterik yang berkembang di kalangan pecinta pusaka, keris Pamengkang Jagat dipercaya cocok dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pengaruh, kekuasaan, atau jabatan penting.

Beberapa contoh yang sering disebut adalah kepala desa, lurah, bupati, hingga pemimpin organisasi atau perusahaan. Karena alasan tersebut, keris ini sering dikaitkan dengan kewibawaan, kepemimpinan, dan pengaruh sosial.

Baca Juga: Jangan Tertipu Angka mAh! Realme C100 Buktikan Baterai 8.000 mAh Tak Cukup Tanpa 5 Faktor Penting Ini

Selain itu, ada pula anggapan bahwa label Pamengkang Jagat muncul sebagai cara untuk memberikan nilai lebih terhadap keris yang secara teknis dianggap gagal. Dengan demikian, hasil kerja panjang para empu tetap memiliki nilai dan tidak terbuang sia-sia.

Walaupun demikian, pandangan tersebut tidak diterima secara universal. Sebagian kalangan tetap menilai bahwa cacat pada bilah keris merupakan kekurangan yang tidak seharusnya dianggap sebagai kelebihan.

Apa Itu Keris Pegat Waja?

Selain Pamengkang Jagat, dunia perkerisan juga mengenal istilah Pegat Waja. Sama seperti Pamengkang Jagat, Pegat Waja juga berasal dari ketidaksempurnaan dalam proses pembuatan keris.

Perbedaannya terletak pada sumber kerusakan yang terjadi. Jika Pamengkang Jagat muncul akibat ketidakmenyatuan antara besi dan pamor, maka Pegat Waja terjadi pada lapisan baja yang menyelimuti bilah keris.

Kondisi ini biasanya hanya ditemukan pada keris yang menggunakan lapisan baja. Kerusakannya bukan berupa retakan vertikal seperti Pamengkang Jagat, melainkan pengelupasan atau pemisahan logam secara horizontal.

Secara teknis, Pegat Waja terjadi karena material logam yang digunakan tidak mampu melebur dengan sempurna saat proses penempaan berlangsung. Akibatnya, sebagian lapisan logam terpisah dari bilah utama.

Pamengkang Jagat dan Pegat Waja, Mana yang Dianggap Lebih Baik?

Perbedaan paling mencolok antara kedua jenis keris ini terletak pada pandangan masyarakat terhadap tuahnya.

Pamengkang Jagat oleh sebagian kalangan dipercaya memiliki energi spiritual yang baik dan bahkan dianggap membawa manfaat bagi pemiliknya. Karena itulah, keris jenis ini masih banyak dicari dan dikoleksi.

Sebaliknya, Pegat Waja justru sering dianggap kurang baik untuk dimiliki. Dalam tradisi tertentu, keris Pegat Waja bahkan disarankan untuk dilarung atau dilepaskan karena dianggap tidak memiliki nilai tuah yang positif.

Meski demikian, berbagai pandangan tersebut tetap berada dalam ranah kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat. Dari sisi teknis pembuatan, baik Pamengkang Jagat maupun Pegat Waja sama-sama merupakan hasil dari proses penempaan yang tidak sempurna.

Editor : Divka Vance Yandriana
Keris Pamengkang Jagad tuah keris Jawa pusaka Indonesi