Wisata Kuliner Tulungagung Seharian, Dari Sompil hingga Botok Tawon, Ini Rekomendasi Menu Khasnya

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:15 WIB
Wisata kuliner Tulungagung seharian, mulai sompil, sate kambing, kopi hijau, hingga botok tawon. Simak rekomendasi menu khas dan cita rasanya. (Pinterest)
Wisata kuliner Tulungagung seharian, mulai sompil, sate kambing, kopi hijau, hingga botok tawon. Simak rekomendasi menu khas dan cita rasanya. (Pinterest)

TULUNGAGUNG - Wisata kuliner Tulungagung menjadi tema penjelajahan seharian yang dibagikan channel YouTube Chrysdhea melalui seri Food Guide. Dalam perjalanan tersebut, vlogger mencicipi beragam makanan dan minuman khas Tulungagung, mulai dari sompil untuk sarapan, sate kambing, jajanan tradisional, kopi hijau, hingga botok sebagai menu makan malam. Seluruh perjalanan dilakukan dalam satu hari sebagai panduan mengenal cita rasa khas daerah tersebut.

Perjalanan dimulai sejak pagi dengan mengunjungi warung yang menjual sompil dan jenang gandrung. Setelah itu, vlogger melanjutkan perjalanan ke sejumlah tempat makan dan lokasi kuliner lainnya hingga malam hari untuk menikmati berbagai hidangan khas yang banyak dijumpai di Tulungagung.

Melalui video tersebut, penonton diperlihatkan beragam karakter rasa kuliner Tulungagung. Mulai dari sajian bercita rasa gurih, manis, pedas, hingga minuman tradisional dengan tradisi unik yang masih dikenal masyarakat setempat.

Sarapan Diawali dengan Sompil Khas Tulungagung

Destinasi pertama dalam perjalanan kuliner adalah warung yang menjual sompil dan jenang gandrung.

Vlogger menjelaskan bahwa sompil merupakan salah satu menu sarapan yang cukup dikenal oleh masyarakat Tulungagung.

Sekilas tampilannya menyerupai lontong sayur.

Namun, hidangan ini disajikan menggunakan lontong yang disiram kuah sayur lodeh serta diberi taburan bubuk kedelai di bagian atas.

Menurut ulasan dalam video, perpaduan rasa gurih dari kuah lodeh berpadu dengan rasa manis yang berasal dari bubuk kedelai.

Kombinasi tersebut menghadirkan cita rasa yang berbeda dibandingkan menu lontong pada umumnya.

Makan Siang Menikmati Sate Kambing Khas Tulungagung

Usai sarapan, perjalanan berlanjut menuju Warung Sate Kambing Mbak Via.

Lokasinya disebut berada sangat dekat dari Stasiun Tulungagung sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung yang baru tiba menggunakan kereta.

Menu utama yang dicicipi adalah sate kambing khas Tulungagung.

Berbeda dengan beberapa daerah lain, sate di tempat ini menggunakan bumbu kecap manis khas lokal, bukan bumbu kacang.

Saat mencicipinya, vlogger menyebut tekstur daging kambing terasa empuk, tidak alot, dan memberikan kesan segar.

Bumbu kecap yang digunakan juga meresap sehingga menjadi pelengkap rasa pada setiap tusuk sate.

Baca Juga: 11 Tempat Wisata Dieng 2026 yang Lagi Viral, Ada Balon Udara hingga Bukit Sikunir, Simak Harga Tiketnya

Gule Kambing Disajikan Tanpa Aroma Prengus

Selain sate, vlogger juga memesan semangkuk gule kambing sebagai pelengkap.

Isi gule terdiri atas potongan daging, lemak, serta iga kambing.

Menurut penjelasan dalam video, kuah gulenya memiliki rasa gurih dan sedap tanpa menghadirkan aroma prengus.

Potongan jeroan atau babat yang terdapat di dalamnya juga disebut memiliki tekstur sangat empuk.

Vlogger kemudian mencampurkan kuah gule langsung ke dalam nasi atau yang disebut "ngecemek" agar cita rasanya semakin menyatu saat disantap.

Berburu Oleh-oleh di Alun-Alun Tulungagung

Setelah menikmati makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Alun-Alun Tulungagung.

Di lokasi tersebut, vlogger mencicipi dua oleh-oleh khas yang telah dibeli, yaitu Kue Geti dan Jenang Syabun.

Kue Geti memiliki bentuk menyerupai potongan permen.

Bagian luarnya dipenuhi taburan biji wijen, sementara bagian dalamnya berisi kacang tanah yang dilapisi gula.

Saat dicicipi, teksturnya terasa renyah.

Rasa gurih dari wijen dan kacang berpadu dengan manisnya lapisan gula.

Selanjutnya, vlogger mencoba Jenang Syabun.

Sekilas tampilannya menyerupai dodol dengan warna hitam keabu-abuan.

Teksturnya lembut dan kenyal serta memiliki aroma pandan yang cukup kuat.

Dalam video dijelaskan bahwa jenang ini dibuat dari tepung ketan, santan, gula putih, dan garam.

Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa manis yang ringan sehingga tidak terasa berlebihan.

Menikmati Kopi Hijau dan Mengenal Tradisi Nyete

Perjalanan berikutnya membawa vlogger menuju Warkop Waris.

Di tempat ini, ia mencoba salah satu minuman khas Tulungagung, yaitu kopi hijau.

Menurut penjelasan dalam video, kopi hijau dibuat dari racikan biji kopi dan biji kacang hijau.

Campuran tersebut menghasilkan warna hitam kehijauan yang menjadi ciri khas minuman ini.

Kopi kemudian disajikan bersama tambahan susu kental manis.

Saat mencicipinya, vlogger merasakan perpaduan aroma kopi dengan sentuhan rasa kacang hijau yang dinilai cukup seimbang dan menyegarkan.

Selain menikmati kopi, video juga membahas tradisi "Nyete" yang dikenal di Tulungagung.

Tradisi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan ampas halus atau cté yang mengendap di dasar kopi hijau.

Ampas tersebut dioleskan pada batang rokok untuk menambah kenikmatan sekaligus memperkuat rasa rokok saat dihisap.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Tempat Wisata Jawa Timur Paling Populer, Ada Bromo, Tumpak Sewu hingga Pantai Klayar

Menutup Hari dengan Aneka Botok

Menjelang malam, perjalanan kuliner ditutup di Warung Botok Lingsir Wengi.

Tempat makan ini menyajikan berbagai jenis botok yang dibuat setelah pelanggan melakukan pemesanan.

Vlogger memilih Botok Tawon dan Botok Patin sebagai menu utama.

Botok Tawon disajikan dalam kondisi masih panas sehingga uapnya masih terlihat saat dibuka.

Kuah santannya menghadirkan rasa gurih yang berpadu dengan cita rasa manis serta sensasi pedas dari cabai utuh.

Sementara itu, Botok Patin menggunakan ikan patin yang terlebih dahulu digoreng sebelum diolah menjadi botok.

Cara tersebut membuat tekstur ikan tetap utuh dan tidak mudah hancur.

Rasa gurih dipadukan dengan potongan tomat segar serta irisan bawang merah yang tidak dihaluskan sepenuhnya.

Ragam Kuliner Khas dalam Satu Hari

Selama perjalanan, vlogger memperlihatkan beragam kuliner yang mewakili cita rasa khas Tulungagung.

Mulai dari makanan tradisional untuk sarapan, olahan kambing sebagai menu utama, jajanan pasar, minuman tradisional, hingga hidangan malam berbahan santan.

Setiap menu menawarkan karakter rasa yang berbeda sesuai bahan dan cara pengolahannya.

Keberagaman tersebut menjadi gambaran mengenai kekayaan kuliner yang dapat ditemukan di berbagai sudut Tulungagung.

Penutup Perjalanan Kuliner

Di akhir video, vlogger menyampaikan bahwa perjalanan kuliner selama satu hari memberikan pengalaman yang memuaskan.

Berbagai jenis makanan berhasil dicicipi, mulai dari makanan berat, jajanan tradisional, kopi khas daerah, hingga aneka botok yang dibuat secara dadakan setelah dipesan.

Video kemudian ditutup sebagai panduan wisata kuliner bagi penonton yang ingin mengenal lebih dekat ragam hidangan khas Tulungagung melalui rekomendasi tempat makan dan menu yang dikunjungi sepanjang perjalanan.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : YT Chrysdhea
kopi hijau Tulungagung sompil Tulungagung botok Tulungagung kuliner tulungagung wisata kuliner Tulungagung