7 Kuliner Tulungagung yang Wajib Dicoba, Ada Sompil, Sate Kambing Kecap, Kopi Hijau hingga Botok Unik

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:05 WIB
Kuliner Tulungagung menawarkan sompil, sate kambing kecap, kopi hijau, jenang sabun, kue geti hingga botok khas yang wajib dicoba wisatawan.
Kuliner Tulungagung menawarkan sompil, sate kambing kecap, kopi hijau, jenang sabun, kue geti hingga botok khas yang wajib dicoba wisatawan.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kuliner Tulungagung menawarkan beragam cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Mulai dari menu sarapan tradisional, sate kambing berbumbu kecap, jajanan khas, minuman unik, hingga botok dengan berbagai isian menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah di Kabupaten Tulungagung.

 

Dalam sebuah perjalanan wisata kuliner, sejumlah makanan dan minuman khas Tulungagung diperkenalkan sebagai rekomendasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal cita rasa lokal. Seluruh sajian memiliki karakter rasa berbeda, mulai dari gurih, manis, hingga pedas yang berpadu dalam racikan bumbu khas.

 

Berikut rangkuman kuliner khas Tulungagung yang diperkenalkan dalam perjalanan tersebut.

 

Sompil Jadi Menu Sarapan Favorit Warga

 

Perjalanan kuliner diawali dengan mencicipi sompil di Warung Sompil dan Jenang Gandrung Pinka.

 

Sompil digambarkan memiliki tampilan yang sekilas menyerupai lontong sayur. Hidangan ini berisi lontong, sayur lodeh, serta taburan bubuk kedelai di bagian atas.

 

Perpaduan gurih dari sayur lodeh dengan rasa manis bubuk kedelai menciptakan cita rasa yang khas. Menu ini disebut sebagai salah satu pilihan sarapan yang cukup populer di kalangan masyarakat Tulungagung.

 

Sate Kambing Khas Tulungagung Gunakan Bumbu Kecap

 

Menu berikutnya adalah sate kambing khas Tulungagung yang disajikan di Sate Kambing Mbak Via.

 

Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang, sate khas Tulungagung disajikan menggunakan bumbu kecap.

 

Daging kambing disebut memiliki tekstur empuk, sementara bumbu kecap memberikan rasa segar yang menjadi ciri khas sajian tersebut. Lokasinya juga disebut berada tidak jauh dari Stasiun Tulungagung sehingga mudah dijangkau pengunjung.

 

Gule Kambing Disajikan Bersama Potongan Daging dan Jeroan

 

Selain sate, tempat makan tersebut juga menyediakan gule kambing sebagai pelengkap menu.

 

Gule berisi potongan daging kambing, lemak, iga, hingga jeroan dengan kuah gurih. Sajian ini disebut tidak memiliki aroma prengus sehingga tetap nyaman dinikmati.

 

Tekstur daging maupun jeroan juga digambarkan empuk dan mudah disantap. Gule tersebut kemudian disantap bersama nasi agar kuah lebih meresap.

 

Kue Geti dan Jenang Sabun Jadi Pilihan Oleh-oleh

 

Setelah menikmati makanan utama, perjalanan berlanjut dengan mencicipi oleh-oleh khas Tulungagung di kawasan Alun-alun Tulungagung.

 

Kue geti memiliki bentuk menyerupai permen. Bagian luarnya dilapisi wijen, sementara bagian dalamnya berisi potongan kacang tanah yang dibalut gula.

 

Cita rasanya memadukan tekstur renyah dengan rasa gurih wijen, kacang, serta manis dari gula.

 

Selain geti, terdapat pula jenang sabun yang memiliki tampilan menyerupai dodol dengan warna hitam keabu-abuan.

 

Jenang ini memiliki tekstur kenyal dan lembut serta aroma yang disebut menyerupai pandan. Bahan utamanya terdiri atas tepung ketan, santan kelapa, gula, dan garam. Rasanya manis namun tidak berlebihan sehingga tidak terasa enek.

 

Kopi Hijau Jadi Minuman Khas Tulungagung

 

Perjalanan kuliner dilanjutkan ke Warkop Waris untuk mencicipi kopi hijau khas Tulungagung.

 

Minuman ini disebut dibuat menggunakan biji kopi yang dipadukan dengan biji kacang hijau sehingga menghasilkan warna hitam kehijauan.

 

Dalam proses penyajiannya, kopi juga ditambahkan susu kental manis. Hasilnya menghadirkan perpaduan aroma kopi dengan sedikit cita rasa kacang hijau.

 

Selain membahas kopinya, perjalanan tersebut juga memperkenalkan budaya nyethe. Tradisi ini berasal dari kata "cet" yang merujuk pada ampas halus kopi. Ampas tersebut dioleskan pada batang rokok untuk memberikan tambahan cita rasa.

 

Botok Tawon dan Botok Patin Jadi Penutup Kuliner

 

Destinasi terakhir adalah Warung Botok Lingsir Wengi yang menawarkan berbagai pilihan botok.

 

Pengunjung dapat menemukan botok tawon, botok patin, botok ayam, botok ati ampela, hingga botok udang.

 

Botok tawon memiliki kuah santan gurih dengan perpaduan rasa manis dan pedas dari cabai utuh.

 

Sementara itu, botok patin menggunakan ikan patin yang telah digoreng sebelum dibungkus dan dimasak. Teksturnya tetap padat, tidak lembek, dengan cita rasa gurih, segar, serta tambahan potongan tomat dan bawang merah yang masih terlihat segar.

Baca Juga: Wisata Kuliner Tulungagung Seharian, Cicipi Nasi Pecel, Lodho, Sate Kambing hingga Nasi Patik

Kedua menu tersebut kemudian disantap bersama nasi hangat dan digambarkan menghadirkan cita rasa rumahan.

 

Ragam Kuliner Perkaya Identitas Tulungagung

 

Keberagaman makanan, minuman, hingga jajanan tradisional menunjukkan bahwa Tulungagung memiliki identitas kuliner yang khas.

 

Mulai dari sompil sebagai menu sarapan, sate kambing berbumbu kecap, gule kambing, kue geti, jenang sabun, kopi hijau, hingga aneka botok menjadi pilihan yang dapat dijadikan referensi bagi wisatawan saat berkunjung ke Tulungagung.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Chrysdhea dan disbudparkabtulungagung, You Tube, DIOLAH
kopi hijau Tulungagung Oleh-Oleh Khas Tulungagung kuliner tulungagung wisata kuliner Tulungagung makanan khas tulungagung