Jelajah Kuliner Tulungagung Seharian, Dari Sompil hingga Botok Khas yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:15 WIB
Kuliner Tulungagung menghadirkan sompil, sate kambing, kopi hijau, jenang sabun hingga botok khas yang bisa menjadi referensi wisata kuliner.
Kuliner Tulungagung menghadirkan sompil, sate kambing, kopi hijau, jenang sabun hingga botok khas yang bisa menjadi referensi wisata kuliner.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kuliner Tulungagung menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta makanan tradisional. Dalam satu hari, wisatawan dapat menikmati berbagai sajian khas mulai dari menu sarapan, hidangan makan siang, camilan tradisional, minuman unik, hingga makanan rumahan yang menjadi penutup perjalanan kuliner.

 

Setiap kuliner memiliki ciri khas tersendiri, baik dari penggunaan bumbu maupun bahan bakunya. Keunikan inilah yang membuat kuliner Tulungagung menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah selatan Jawa Timur.

 

Perjalanan kuliner dimulai sejak pagi dan berakhir menjelang malam dengan mencicipi berbagai makanan khas yang masih mudah dijumpai di sejumlah lokasi di Tulungagung.

 

Mengawali Hari dengan Semangkuk Sompil

 

Perjalanan dimulai di Warung Sompil dan Jenang Gandrung Pinka.

 

Menu pertama yang dicicipi adalah sompil, makanan yang umum disantap sebagai sarapan oleh masyarakat Tulungagung.

 

Sompil terdiri dari lontong yang disiram sayur lodeh, kemudian diberi taburan bubuk kedelai. Perpaduan gurih dari kuah lodeh dan rasa manis bubuk kedelai menciptakan cita rasa yang berbeda dibandingkan lontong sayur pada umumnya.

 

Sate Kambing dengan Cita Rasa Khas

 

Memasuki waktu makan siang, perjalanan berlanjut ke Sate Kambing Mbak Via.

 

Keistimewaan sate kambing khas Tulungagung terletak pada penggunaan bumbu kecap sebagai pelengkap. Berbeda dengan banyak daerah lain yang menggunakan bumbu kacang, sajian ini menghadirkan rasa manis dan segar dari racikan kecap.

 

Lokasinya juga disebut berada dekat dengan Stasiun Tulungagung sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung yang baru tiba menggunakan kereta.

 

Gule Kambing Jadi Pelengkap Menu

 

Selain sate, tersedia pula gule kambing yang menjadi pasangan hidangan tersebut.

 

Kuah gulenya terasa gurih dengan isian potongan daging, lemak, iga, dan jeroan kambing.

 

Dalam ulasan perjalanan kuliner disebutkan bahwa kuah tidak meninggalkan aroma prengus, sementara dagingnya memiliki tekstur empuk sehingga nyaman disantap bersama nasi.

 

Oleh-oleh Tradisional Masih Bertahan

 

Perjalanan kemudian berlanjut ke Alun-alun Tulungagung untuk mencicipi dua jajanan khas daerah.

 

Kue geti menjadi pilihan pertama. Kudapan ini memiliki lapisan wijen di bagian luar dengan isian kacang tanah yang dibalut gula sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.

 

Selanjutnya ada jenang sabun yang tampil menyerupai dodol. Teksturnya lembut dan kenyal dengan aroma yang disebut menyerupai pandan.

 

Jenang tersebut dibuat menggunakan tepung ketan, santan kelapa, gula, dan garam sehingga menghasilkan rasa manis yang ringan.

 

Kopi Hijau Tawarkan Sensasi Berbeda

 

Destinasi berikutnya adalah Warkop Waris untuk menikmati kopi hijau khas Tulungagung.

 

Minuman ini dibuat dari perpaduan biji kopi dan biji kacang hijau sehingga menghasilkan warna yang tidak sehitam kopi pada umumnya.

 

Dalam penyajiannya juga ditambahkan susu kental manis sehingga menghadirkan perpaduan rasa kopi dengan sentuhan kacang hijau.

 

Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan budaya nyethe, yaitu kebiasaan memanfaatkan ampas kopi halus yang dioleskan pada batang rokok sebagai bagian dari tradisi menikmati kopi.

 

Menutup Perjalanan dengan Aneka Botok

 

Perjalanan kuliner ditutup di Warung Botok Lingsir Wengi.

 

Warung tersebut menawarkan berbagai pilihan botok seperti botok tawon, botok patin, botok ayam, botok ati ampela, hingga botok udang.

 

Botok tawon disajikan dengan kuah santan gurih yang dipadukan rasa manis dan pedas.

 

Sementara botok patin menggunakan ikan patin yang telah digoreng sebelum dimasak bersama bumbu. Tambahan potongan tomat dan bawang merah memberikan rasa segar pada hidangan tersebut.

 

Kedua menu itu disajikan dalam kondisi baru dimasak sehingga masih hangat saat disantap bersama nasi putih.

Baca Juga: 7 Kuliner Tulungagung yang Wajib Dicoba, Ada Sompil, Sate Kambing Kecap, Kopi Hijau hingga Botok Unik

Kuliner Tradisional Tetap Menjadi Daya Tarik

 

Rangkaian perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Tulungagung masih mempertahankan beragam kuliner tradisional yang menjadi identitas daerah.

 

Mulai dari sompil, sate kambing berbumbu kecap, gule kambing, kue geti, jenang sabun, kopi hijau, hingga aneka botok menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dalam satu hari. Ragam sajian tersebut dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang ingin mengenal cita rasa khas Tulungagung secara lebih dekat.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Chrysdhea dan disbudparkabtulungagung, You Tube, DIOLAH
kopi hijau Tulungagung sompil Tulungagung Sate Khas Tulungagung kuliner tulungagung makanan khas tulungagung