RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Nasi Goreng Gondrong Pluit menjadi salah satu kuliner malam yang ramai diperbincangkan di Jakarta. Warung nasi goreng tek-tek ini selalu dipadati pembeli sejak mulai berjualan pada pukul 17.00 WIB hingga tutup sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam tayangan kanal YouTube kuliner, antrean pelanggan sudah terlihat sejak warung mulai buka. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai anak muda, keluarga, hingga pelanggan yang menggunakan kendaraan mewah.
Aroma nasi goreng yang dimasak menggunakan api besar menjadi daya tarik utama. Bahkan, pengulas mengaku sudah mencium harum masakan tersebut sesaat setelah turun dari mobil.
Antrean Panjang Sejak Sore Hari
Warung Nasi Goreng Gondrong Pluit berada di kawasan Pluit dan mudah dikenali karena lokasinya berada di sekitar persimpangan jalan, tepat di seberang sebuah rumah makan Padang.
Meski baru mulai melayani pembeli pada sore hari, antrean langsung terbentuk. Selain pelanggan yang makan di tempat, banyak pula pesanan yang datang melalui layanan ojek online.
Nama warung berasal dari pemiliknya yang memiliki rambut gondrong. Penampilan tersebut kemudian menjadi identitas yang melekat hingga membuat warung lebih mudah diingat oleh pelanggan.
Menawarkan Beragam Pilihan Menu
Tidak hanya nasi goreng, warung ini juga menyediakan kwetiau, mie goreng, dan mie kuah.
Pelanggan bahkan dapat memesan kombinasi nasi goreng dengan kwetiau atau nasi goreng dengan mie dalam satu porsi. Kombinasi tersebut menjadi salah satu menu yang banyak direkomendasikan oleh pengulas.
Selain itu, tersedia mie kuah dengan kuah bertekstur sedikit kental atau nyemek sehingga bumbu lebih mudah meresap ke dalam mie.
Cita Rasa Smoky Jadi Ciri Khas
Saat mencicipi nasi goreng campur kwetiau, pengulas langsung merasakan aroma asap atau smoky yang cukup kuat.
Menurut mereka, karakter tersebut berasal dari penggunaan api besar saat proses memasak. Api yang tinggi membuat sebagian nasi mengalami proses pemanggangan ringan sehingga menghasilkan aroma khas.
Selain aroma smoky, nasi goreng juga memiliki rasa gurih yang lebih dominan dibandingkan rasa manis. Tingkat kepedasan yang dipilih masih tergolong sedang sehingga tetap nyaman dinikmati.
Bulir nasi tidak saling menggumpal dan memiliki tekstur sedikit garing di bagian luar. Sementara kwetiau tetap lembut sehingga menciptakan perpaduan tekstur yang seimbang.
Mie Kuah Dinilai Tak Kalah Menarik
Pengulas juga mencoba menu mie kuah yang menjadi salah satu rekomendasi pelanggan.
Kuahnya dibuat tidak terlalu encer sehingga terasa lebih pekat. Di dalamnya terdapat telur orak-arik, sayuran, serta perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Menurut mereka, mie kuah tersebut cocok dinikmati saat malam hari karena kuahnya terasa hangat dan bumbunya cukup meresap.
Harga Mulai Rp15.000
Salah satu alasan warung ini selalu ramai adalah harga yang dinilai masih ramah di kantong.
Satu porsi nasi goreng dibanderol Rp15.000. Bagi pelanggan yang ingin menambahkan telur dadar atau telur ceplok cukup menambah Rp5.000.
Setiap porsi juga disajikan bersama acar timun dan wortel, kerupuk, serta potongan ayam yang dinilai cukup terasa dalam setiap suapan.
Nasi Goreng Campur Kwetiau Jadi Favorit
Setelah mencoba beberapa menu, pengulas menilai nasi goreng campur kwetiau menjadi pilihan paling menarik.
Perpaduan bulir nasi yang sedikit garing dengan tekstur kwetiau yang lembut menghasilkan sensasi makan yang berbeda dibandingkan nasi goreng biasa.
Selain itu, aroma smoky tetap menjadi karakter paling menonjol yang membuat menu tersebut terasa berbeda dari nasi goreng tek-tek lainnya.
Mendapat Nilai 87
Di akhir ulasan, pengulas memberikan nilai 87 untuk Nasi Goreng Gondrong Pluit.
Penilaian tersebut didasarkan pada perpaduan rasa, harga yang terjangkau, serta kualitas makanan yang dianggap sebanding dengan antrean panjang setiap malam.
Menurut mereka, warung ini layak menjadi salah satu rekomendasi kuliner malam di Jakarta, terutama bagi pencinta nasi goreng tek-tek dengan cita rasa smoky yang khas.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Ken&Grat, You Tube, DIOLAH