Kue Petulo Pink Kuah Kinca, Kuliner Tradisional Khas Tulungagung yang Tetap Eksis, Bercita Rasa Lembut Kenyal dan Berpeluang Jadi Usaha Rumahan

Rinto Wahyu Hidayat • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:18 WIB
Ketelitian dalam mengolah adonan kue petulo menjadi faktor utama agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah patah saat disajikan.(ILUSTRASI AI)
Ketelitian dalam mengolah adonan kue petulo menjadi faktor utama agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah patah saat disajikan.(ILUSTRASI AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah menjamurnya aneka menu kuliner saat ini, kue petulo pink kuah kinca tetap menjadi salah satu kuliner tradisional yang mampu bertahan di hati masyarakat Tulungagung.

Teksturnya yang lembut dan kenyal berpadu dengan kuah kinca gula merah yang manis gurih menghadirkan cita rasa khas Bumi Ngrowo.

Tak hanya menjadi camilan keluarga, jajanan ini juga mulai dilirik anak muda Tulungagung sebagai peluang usaha kuliner yang menjanjikan.

Saat ditemui di kediamannya di Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Siska, 32, mengatakan, kuliner tradisional seperti petulo tidak kalah menarik dibanding jajanan kekinian.

Menurutnya, bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh di pasar-pasar Tulungagung sehingga siapa pun dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Baca Juga: Dubai Chui Cookie Viral, Resep Camilan Premium Modal Murah Ini Siap Jadi Ide Jualan Ramadan

"Petulo ini dibuat dari tepung beras, tepung tapioka, santan, gula merah, dan daun pandan. Bahannya sederhana, tetapi kalau prosesnya benar hasilnya lembut, kenyal, dan rasanya khas. Saya berharap anak-anak muda Tulungagung mau belajar membuatnya supaya kuliner tradisional ini tetap lestari," ujarnya.

Siska menjelaskan, kunci kelezatan petulo terletak pada proses memasak adonan hingga benar-benar kalis sebelum dicetak dan dikukus.

Menurut warga Tulungagung itu, ketelitian dalam mengolah adonan menjadi faktor utama agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah patah saat disajikan.

"Kalau adonannya sudah pas, hasil petulo akan lembut dan kenyal. Setelah itu tinggal dikukus, lalu disajikan dengan kuah kinca yang masih hangat," jelasnya.

Dia menambahkan, kuah kinca menjadi pelengkap yang tidak bisa dipisahkan dari petulo.

Baca Juga: Dubai Chui Cookie Viral! Begini Resep Mudah Modal Hemat, Cocok Jadi Ide Jualan yang Banjir Pembeli

Campuran gula merah, gula pasir, daun pandan, dan sedikit garam dimasak hingga mengental sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis gurih dengan aroma pandan yang khas, cita rasa yang hingga kini masih digemari masyarakat Tulungagung.

"Kuah kinca paling enak disiram saat masih hangat. Rasanya lebih gurih, aroma pandannya keluar, dan itu yang membuat petulo punya cita rasa khas yang selalu dirindukan," tambahnya.

Menurut Siska, kuliner tradisional Tulungagung tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Dengan sentuhan kemasan yang lebih modern dan promosi melalui media sosial, kue petulo pink kuah kinca diyakini mampu menarik minat generasi muda sekaligus menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan di Tulungagung. (rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
kue petulo kuah kinca gula merah kuliner kuliner tradisional