RADAR TULUNGAGUNG - Resep sambal kecombrang menjadi salah satu kreasi sambal yang banyak diburu pecinta kuliner Nusantara.
Perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma khas bunga kecombrang membuat sambal ini mampu meningkatkan cita rasa berbagai menu makanan sehari-hari.
Selain mudah dibuat, bahan-bahannya juga cukup sederhana sehingga cocok dipraktikkan di rumah.
Keunikan resep sambal kecombrang terletak pada penggunaan bunga kecombrang merah yang memiliki aroma segar menyerupai lemon dengan sensasi sedikit pedas.
Karakter tersebut membuat sambal ini berbeda dibandingkan sambal merah biasa.
Bahan Utama Sambal Kecombrang
Langkah pertama adalah menyiapkan empat buah kecombrang merah. Bunga kecombrang dibelah menjadi dua bagian kemudian diiris tipis agar mudah matang saat ditumis dan aromanya lebih keluar.
Selain kecombrang, diperlukan dua batang serai yang hanya diambil bagian putihnya. Serai kemudian diiris tipis agar menghasilkan aroma harum ketika dimasak.
Bahan pelengkap lainnya adalah dua lembar daun jeruk purut. Tulang daun dibuang terlebih dahulu sebelum daun diiris tipis supaya teksturnya lebih lembut saat disantap.
Bumbu Sambal yang Digunakan
Untuk menghasilkan rasa pedas yang nikmat, digunakan 15 buah cabai merah keriting dan 30 buah cabai rawit. Tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
Bumbu lainnya terdiri atas 15 siung bawang merah dan 10 siung bawang putih. Semua bahan dipotong kasar sebelum dimasukkan ke dalam blender atau chopper.
Agar cita rasanya semakin seimbang, tambahkan dua sendok makan gula merah. Jika tidak tersedia, gula merah dapat diganti dengan satu sendok makan gula pasir.
Sebanyak 50 mililiter minyak goreng juga dimasukkan saat proses menghaluskan bumbu. Cara ini membantu menghasilkan tekstur sambal yang masih sedikit kasar sehingga terasa lebih nikmat saat dimakan.
Baca Juga: Dubai Chui Cookie Viral, Resep Camilan Premium Modal Murah Ini Siap Jadi Ide Jualan Ramadan
Cara Memasak Sambal Kecombrang
Panaskan sekitar tiga sendok makan minyak goreng menggunakan api sedang. Setelah minyak panas, masukkan irisan kecombrang, serai, dan daun jeruk.
Tumis hingga semua bahan mulai layu. Pada tahap ini aroma harum dari kecombrang dan serai mulai tercium sehingga menjadi salah satu ciri khas sambal ini.
Selanjutnya masukkan bumbu sambal yang telah dihaluskan. Tumis sambal hingga seluruh bahan tercampur rata dan warna bumbu berubah lebih matang.
Jika menginginkan tekstur yang lebih segar, irisan tomat dapat ditambahkan sesuai selera. Tomat akan memberikan sedikit rasa asam sekaligus membuat sambal terasa lebih berair.
Untuk penyedap, tambahkan setengah sendok teh garam dan setengah sendok teh kaldu bubuk. Penggunaan terasi juga bisa menjadi pilihan sesuai selera. Dalam tutorial disebutkan bahwa satu potong terasi dapat ditambahkan meski sifatnya tidak wajib.
Masak sambal hingga benar-benar matang sambil terus diaduk agar tidak gosong. Sebelum diangkat, lakukan koreksi rasa dengan menyesuaikan tingkat manis, gurih, maupun pedas sesuai selera keluarga.
Baca Juga: Resep Tempe Mendoan Banyumas, Rahasia Adonan Lembut, Kenyal, dan Gurih ala Devina Hermawan
Aroma Segar Jadi Daya Tarik Utama
Keunggulan utama sambal kecombrang terletak pada aroma khas bunga kecombrang yang sulit ditemukan pada jenis sambal lainnya. Aroma segarnya membuat lauk sederhana seperti ayam goreng, ikan bakar, ikan asin, tahu, tempe hingga lalapan terasa lebih istimewa.
Selain memberikan aroma harum, irisan serai dan daun jeruk turut memperkaya rasa sehingga sambal menjadi lebih kompleks. Perpaduan seluruh bahan menghasilkan sensasi pedas, gurih, segar, dan sedikit harum citrus yang menggugah selera.
Tak heran apabila sambal kecombrang semakin populer sebagai pelengkap menu makan harian. Proses pembuatannya pun tidak membutuhkan waktu lama sehingga cocok dijadikan stok sambal di rumah.
Bagi pencinta makanan pedas, resep ini bisa menjadi alternatif selain sambal bawang, sambal terasi, maupun sambal matah. Dengan bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket, siapa saja dapat mencoba membuatnya sendiri.
Jika ingin daya tahan lebih lama, simpan sambal yang sudah dingin ke dalam wadah kedap udara lalu letakkan di lemari pendingin. Sambal dapat dipanaskan kembali sebelum disajikan sehingga aroma kecombrangnya tetap menggugah selera setiap kali disantap.
Editor : Vidya Sajar Fitri