Sejarah Jenang Sabun Tulungagung, Kuliner Legendaris Sejak 1953 Kini Diterpa Penurunan Penjualan

Ingge Nayla Ayu Karina • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:46 WIB
Jenang Sabun Tulungagung atau Jenang Jelita yang berdiri sejak 1953 kini menghadapi penurunan penjualan hingga 50 persen.
Jenang Sabun Tulungagung atau Jenang Jelita yang berdiri sejak 1953 kini menghadapi penurunan penjualan hingga 50 persen.

 

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Jenang Sabun atau yang memiliki nama resmi Jenang Jelita menjadi salah satu makanan khas Tulungagung yang masih bertahan hingga saat ini. Kuliner tradisional tersebut bahkan telah dikenal sejak 1953 dan kini diteruskan oleh generasi ketiga keluarga pendirinya.

 

Namun, di tengah eksistensinya sebagai oleh-oleh khas daerah, usaha jenang legendaris ini tengah menghadapi tantangan besar. Penjualan disebut mengalami penurunan cukup drastis akibat melemahnya daya beli masyarakat.

 

Owner Jenang Jelita, Sri Wanudinarni, mengatakan usahanya kini hanya mampu bertahan dengan kondisi penjualan yang tidak seramai beberapa tahun lalu.

 

Berawal dari Kreasi Keluarga

 

Sri menjelaskan, cikal bakal Jenang Jelita bermula dari kegemaran neneknya membuat berbagai makanan tradisional.

 

Kala itu, jenang identik dengan penggunaan gula merah. Namun sang nenek mencoba menghadirkan resep berbeda dengan menggunakan gula putih, susu, dan cokelat.

 

Percobaan tersebut ternyata menghasilkan cita rasa yang disukai keluarga dan kerabat.

 

Mulanya, jenang hanya disajikan untuk saudara dan tetangga saat momen tertentu seperti Lebaran dan hajatan.

 

Lambat laun, semakin banyak orang yang memesan dan meminta produk tersebut untuk dijual secara lebih luas.

 

Dari Usaha Sampingan Menjadi Bisnis Utama

 

Pada awalnya, keluarga Sri sebenarnya lebih dikenal sebagai pengusaha batik.

 

Usaha jenang hanya dijadikan pekerjaan sampingan. Namun ketika industri batik mengalami penurunan akibat persaingan dengan produk konveksi, keluarga memutuskan lebih fokus mengembangkan bisnis jenang.

 

Ayah Sri kemudian memasarkan produk tersebut dengan cara berjualan keliling.

 

Jenang dipikul dan dijajakan ke berbagai tempat, mulai kawasan Pecinan hingga lingkungan kampus.

 

Strategi itu dinilai efektif karena mahasiswa berasal dari berbagai daerah sehingga produk lebih cepat dikenal melalui promosi dari mulut ke mulut.

 

Asal Mula Nama Jenang Sabun

 

Meski populer dengan nama Jenang Sabun, produk ini sebenarnya memiliki nama resmi Jenang Jelita.

 

Nama Jelita merupakan singkatan yang dibuat oleh ayah Sri.

 

Huruf "J" berasal dari kata jenang, "Li" berarti licin karena tekstur jenang yang lembut, sedangkan "Ta" merujuk pada Tulungagung.

 

Sementara sebutan jenang sabun memiliki cerita tersendiri.

 

Menurut Sri, nama tersebut berasal dari seseorang bernama Mbah Saibun yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga pendiri.

 

Karena anak-anak kecil kesulitan mengucapkan nama Saibun, lama-kelamaan penyebutannya berubah menjadi "sabun".

 

Nama tersebut kemudian melekat di tengah masyarakat hingga sekarang.

 

Berinovasi dengan Aneka Varian Baru

 

Setelah menerima mandat meneruskan usaha keluarga sekitar dua dekade lalu, Sri mulai melakukan berbagai inovasi.

 

Ia menambahkan sejumlah varian rasa baru untuk menarik minat konsumen, terutama generasi muda.

 

Beberapa rasa yang kini tersedia antara lain jenang tape, durian, nangka, sirsak, dan nanas.

 

Menurutnya, seluruh varian tersebut dibuat menggunakan bahan alami tanpa tambahan perasa buatan.

 

Inovasi tersebut dilakukan sebagai upaya agar makanan tradisional tidak kalah bersaing dengan jajanan modern.

 

Terkendala Masa Simpan Produk

 

Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan usaha adalah daya tahan produk.

 

Tanpa menggunakan bahan pengawet, jenang hanya dapat bertahan sekitar tujuh hingga sepuluh hari.

 

Hal ini membuat pengiriman ke luar daerah maupun luar negeri menjadi tidak mudah.

 

Sebagai solusi, Sri mencoba menggunakan pembungkus daun pisang dan metode vakum.

 

Menurutnya, penggunaan daun pisang justru mampu membuat jenang bertahan lebih lama, bahkan mendekati satu bulan.

 

Selain lebih awet, aroma daun pisang juga membuat cita rasa jenang menjadi lebih khas.

 

Pernah Diminati Konsumen Mancanegara

 

Meski merupakan kuliner tradisional daerah, Jenang Jelita ternyata telah dikenal hingga mancanegara.

 

Sri mengaku pernah menerima pesanan dari berbagai negara seperti Swiss, Texas di Amerika Serikat, hingga Yunani.

 

Banyak konsumen asing mengenal produk tersebut dari teman atau kerabat asal Indonesia.

 

Setelah mencicipinya, mereka kembali melakukan pemesanan karena menyukai cita rasa manis yang tidak berlebihan.

 

Penjualan Turun Hingga 50 Persen

 

Di balik eksistensinya, usaha Jenang Jelita saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat.

 

Sri mengungkapkan penurunan daya beli masyarakat berdampak langsung terhadap bisnisnya.

 

Momen yang sebelumnya selalu ramai seperti Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun kini tidak lagi menunjukkan peningkatan signifikan.

 

Penjualan bahkan disebut turun sekitar 50 persen dibanding masa-masa sebelumnya.

 

Akibat kondisi tersebut, jumlah produksi juga ikut dikurangi agar tidak banyak produk yang kembali dari toko oleh-oleh.

 

Ia menyebut situasi saat ini justru terasa lebih berat dibanding masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Rekomendasi Jajan Lebaran! Jenang Syabun Makanan Khas Asli Tulungagung

Berharap Tetap Menjadi Ikon Kuliner Tulungagung

 

Meski menghadapi berbagai kendala, Sri tetap berkomitmen menjaga kualitas produk.

 

Ia memilih tidak mengurangi komposisi bahan baku meski harga berbagai kebutuhan produksi mengalami kenaikan.

 

Harapan besarnya adalah Jenang Jelita tetap dikenal sebagai identitas kuliner khas Tulungagung dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman.

 

Selain itu, ia juga mulai mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal proses produksi dan bisnis keluarga agar usaha yang telah berjalan puluhan tahun tersebut dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
Sumber : Radar Tulungagung TV, You Tube, DIOLAH
jenang jelita Jenang Sabun Khas Tulungagung Oleh-Oleh Khas Tulungagung Sejarah Jenang Sabun Kuliner Tradisional Jawa Timur