Kuliner Jogja Murah dan Viral: Bubur Rp12 Ribu hingga Sate Klatak dengan View Sawah

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Kuliner Jogja ini menawarkan bubur malam Rp12 ribu, bubur viral Pasar Ngasem, es dawet ireng, hingga sate klatak dengan view sawah. (Youtube. com)
Kuliner Jogja ini menawarkan bubur malam Rp12 ribu, bubur viral Pasar Ngasem, es dawet ireng, hingga sate klatak dengan view sawah. (Youtube. com)

JOGJA - Kuliner Jogja menjadi bagian penting dalam perjalanan wisata. Bukan hanya makanan khas, sejumlah warung sederhana hingga kuliner viral menawarkan pengalaman makan yang menarik dengan harga relatif ramah di kantong.

Dalam perjalanan kali ini, kuliner Jogja yang dicoba meliputi Bubur Berjaya, bubur viral di Pasar Ngasem, es dawet ireng, hingga Sate Klatak Ma Adi. Menu-menu tersebut menjadi pilihan saat menikmati malam, sarapan, hingga makan siang sebelum perjalanan pulang.

Menariknya, beberapa kuliner Jogja tersebut tidak hanya mengandalkan rasa. Suasana tempat makan juga menjadi daya tarik, mulai dari warung dekat penginapan, pasar tradisional yang ramai, hingga area makan dengan pemandangan persawahan.

Baca Juga: Kaliurang Jogja Punya Tempat Viral dengan Komedi Putar, Kuliner Rp20 Ribuan

Bubur Berjaya untuk Makan Malam

Perjalanan kuliner dimulai pada malam hari di Bubur Berjaya. Lokasinya cukup dekat dengan tempat penginapan sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Pengunjung dapat memilih area outdoor untuk menikmati suasana malam Jogja. Tempatnya cukup santai dan cocok menjadi pilihan setelah seharian beraktivitas.

Menu yang dipesan adalah bubur berjaya lengkap dengan telur. Berbagai topping bisa ditambahkan, seperti cakwe, ayam panggang, ayam charsu, dan chili oil.

Tekstur buburnya lembut dengan rasa gurih dan aroma bawang yang ringan. Ketika dicampur telur, cakwe, ayam panggang, ayam charsu, dan sedikit chili oil, cita rasanya menjadi lebih kompleks.

Baca Juga: 7 Kuliner Tulungagung yang Wajib Dicoba, Ada Sompil, Sate Kambing Kecap, Kopi Hijau hingga Botok Unik

Ayam panggang memberikan aroma smokey, sedangkan ayam charsu memiliki rasa manis gurih. Porsinya juga disebut cukup melimpah sehingga makanan yang awalnya dianggap ringan ternyata cukup mengenyangkan.

Selain bubur, tersedia nasi goreng teri dengan telur dadar dan kerupuk. Total pesanan malam itu disebut sekitar Rp12.000, sehingga cukup ramah bagi wisatawan yang ingin berburu makanan dengan bujet terbatas.

Sarapan Bubur Viral di Pasar Ngasem

Keesokan paginya, perjalanan berlanjut ke Pasar Ngasem. Pasar tradisional ini menjadi tujuan untuk mencoba bubur yang sedang viral.

Baca Juga: 10 Kuliner Legendaris Solo yang Wajib Dicoba, Ada Sate Buntel, Nasi Liwet hingga Bestik Favorit Wisatawan

Suasana pagi di Pasar Ngasem sudah ramai. Pedagang jajanan pasar, makanan tradisional, minuman, dan berbagai menu sarapan memenuhi area pasar.

Bubur yang dicicipi merupakan jenang bubur sumsum dengan berbagai isian. Teksturnya lembut dan memiliki perpaduan rasa gurih santan serta manis dari kuah gula merah.

Topping-nya cukup beragam, termasuk potongan pisang, mutiara, dan isian tradisional lainnya. Antrean yang cukup panjang menjadi salah satu tanda tingginya minat pembeli.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Kuliner Solo yang Terkenal Enak, Dari Bestik Legendaris hingga Sate Buntel Favorit Wisatawan

Sebagai pelengkap, dipilih es dawet ireng. Varian original menggunakan gula merah, sedangkan tersedia pula pilihan dengan tambahan durian.

Es dawet ireng memiliki tekstur kenyal dengan santan gurih dan gula merah manis. Varian durian terasa lebih creamy dengan aroma buah yang lebih kuat.

Total biaya sarapan sekitar Rp60.000 untuk beberapa pesanan. Jenang dan es dawet masing-masing berada di kisaran Rp15.000 per porsi.

Baca Juga: 23 Wisata Kuliner Blok M Jakarta yang Viral dan Wajib Dicoba, Ada Hidden Gem, Japanese Food, hingga Dessert Kekinian

Sate Klatak Jadi Menu Penutup

Sebelum meninggalkan Jogja menuju Bekasi melalui jalur selatan, perjalanan kuliner ditutup dengan mampir ke Sate Klatak Ma Adi.

Sate klatak memiliki ciri khas berupa penggunaan jeruji besi roda sebagai tusukan. Cara tersebut dipercaya membantu menghantarkan panas hingga bagian dalam daging.

Tiga porsi sate klatak dipesan. Setiap porsi berisi dua tusuk dengan potongan daging kambing yang cukup besar.

Baca Juga: 10 Kuliner Legendaris Solo yang Wajib Dicoba, Ada Sate Buntel, Nasi Liwet hingga Bestik Favorit Wisatawan

Berbeda dari sate kambing pada umumnya, sate klatak tidak menggunakan bumbu kacang atau kecap. Rasanya cenderung asin dan gurih dengan aroma bakaran yang kuat.

Daging bagian luar sedikit kering, sementara bagian dalam tetap empuk dan juicy. Sate disajikan bersama kuah kaldu hangat yang membuat rasanya semakin lengkap.

Selain sate klatak, tersedia tongseng dan gulai kambing. Tongseng memiliki perpaduan manis, gurih, dan sedikit pedas, sedangkan gulai menawarkan kuah lebih creamy dengan aroma rempah serta santan.

Baca Juga: 10 Kuliner Solo Legendaris yang Wajib Dicoba, Ada Sate Buntel, Nasi Liwet hingga Bestik Pakdarmo

Menikmati aneka olahan kambing dengan nasi putih dan es jeruk terasa semakin istimewa karena area makan bagian belakang menghadap langsung ke persawahan.

Rangkaian perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kuliner Jogja tidak hanya menawarkan makanan khas. Ada pengalaman berbeda di setiap tempat, mulai dari makan malam sederhana, sarapan di pasar tradisional, hingga menikmati sate kambing dengan suasana pedesaan.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Alant Ginanda
Bubur Berjaya Pasar Ngasem es dawet ireng sate klatak kuliner Jogja