TULUNGAGUNG - Jenang khas Tulungagung Pak Lasimun menjadi salah satu oleh-oleh yang menarik perhatian wisatawan. Pusat oleh-oleh tersebut menawarkan berbagai makanan tradisional, mulai dari jenang, madu mongso, wajik, hingga camilan khas Tulungagung lainnya.
Usaha jenang Pak Lasimun telah berjalan cukup lama. Dari yang sebelumnya disebut masih sepi, kini tempat tersebut berkembang dan ramai didatangi pembeli yang mencari oleh-oleh khas Tulungagung.
Selain menjual produk jadi, pengunjung juga dapat melihat langsung proses pembuatan jenang di workshop. Proses tersebut masih mempertahankan cara tradisional dengan pengadukan secara manual.
Jenang Masih Dibuat Secara Manual
Dalam proses produksinya, adonan jenang diaduk menggunakan peralatan tradisional. Pengadukan dilakukan secara manual dengan bantuan kayu.
Proses tersebut membutuhkan tenaga dan waktu. Adonan yang sedang dimasak harus terus diaduk hingga mencapai tingkat kematangan yang sesuai.
Cara tradisional itu menjadi salah satu bagian penting dalam proses produksi jenang khas Tulungagung Pak Lasimun. Pengelola tetap mempertahankan metode tersebut untuk menjaga cita rasa produk.
Setelah matang, jenang kemudian dipindahkan ke tempat pencetakan. Produk yang sudah jadi selanjutnya dipotong dan dikemas untuk dijual kepada konsumen.
Salah satu produk yang terlihat dalam proses produksi adalah jenang ketan. Teksturnya tampak kenyal dan dapat ditarik atau mulur ketika dicicipi.
Pusat Oleh-Oleh Khas Tulungagung
Jenang Pak Lasimun tidak hanya menyediakan jenang. Tempat tersebut juga menjadi pusat oleh-oleh yang menawarkan berbagai makanan tradisional.
Baca Juga: El Nino Ekstrem Mengintai, Sektor Pertanian dan Ketersediaan Air Jadi yang Paling Rentan
Beberapa produk yang tersedia di antaranya madu mongso, wajik, alen-alen, kembang goyang, serta berbagai makanan ringan lainnya.
Konsumen yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Tulungagung dapat memilih beragam produk sesuai kebutuhan. Produk makanan tersebut menjadi pilihan bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin membawa buah tangan.
Di lokasi tersebut juga terdapat sertifikat yang menunjukkan status halal produk. Hal ini menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan konsumen ketika membeli makanan untuk oleh-oleh.
Kembangkan Usaha Kuliner
Usaha Pak Lasimun tidak berhenti pada produksi dan penjualan jenang. Bisnis kuliner tersebut juga dikembangkan dengan membuka tempat makan.
Salah satunya berada di Tegal Pule. Tempat tersebut menawarkan menu makanan khas yang berbeda dari produk oleh-oleh di pusat jenang.
Menu yang menjadi salah satu andalan adalah sego gego. Hidangan tersebut disajikan menggunakan daun pisang dan tersedia dengan berbagai pilihan lauk.
Salah satunya menggunakan ikan tuna. Selain itu, tersedia pula pilihan ayam dan menu lainnya.
Warung tersebut juga menyediakan botok. Pilihannya antara lain botok ikan, botok ayam, hingga rempelo ati.
Ramai Pengunjung
Warung kuliner Pak Lasimun di Tegal Pule disebut cukup ramai saat dikunjungi. Kondisi tersebut membuat pengunjung yang datang harus membawa makanan untuk disantap di tempat lain.
Dalam kunjungan tersebut, pembeli memilih sego gego dan botok untuk dibawa pulang.
Perkembangan usaha kuliner Pak Lasimun menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis usaha. Jenang tetap menjadi produk utama, sementara pusat oleh-oleh dan warung makan menjadi bagian lain dari bisnis tersebut.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung, keberadaan pusat oleh-oleh seperti jenang Pak Lasimun menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan makanan khas daerah. Selain membeli produk, pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan jenang yang masih dilakukan secara manual.
Tradisi pengolahan yang dipertahankan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Di tengah banyaknya produk makanan modern, jenang dengan proses pembuatan tradisional tetap memiliki tempat di hati konsumen.
Editor : Maylanni Diana Fitri