BANDUNG - Kuliner Bandung menawarkan banyak pilihan menarik bagi wisatawan, mulai jajanan pasar tradisional, makanan berat, bagel kekinian, hingga tahu legendaris. Dalam satu perjalanan singkat, sejumlah tempat makan populer ini berhasil memberikan pengalaman kuliner yang beragam.
Kuliner Bandung kali ini menyasar beberapa tempat yang sedang ramai dibicarakan. Perjalanan dimulai dari Pasar Cihapit untuk mencicipi jajanan tradisional, dilanjutkan makan siang di rumah makan yang ramai pengunjung, menikmati bagel bergaya Korea, dan ditutup dengan tahu populer di kawasan Pasir Kaliki.
Jajanan Pasar di Pasar Cihapit
Perjalanan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB menuju Pasar Cihapit. Tempat ini dipilih karena dikenal memiliki beragam jajanan pasar dan makanan tradisional yang menarik untuk dicoba.
Baca Juga: Kaliurang Jogja Punya Tempat Viral dengan Komedi Putar, Kuliner Rp20 Ribuan
Salah satu yang diburu adalah kolak dan biji salak ubi di Toko Cerita Manis. Pengunjung dapat memilih sendiri isian sesuai selera dengan batas maksimal lima jenis. Ada biji salak, bubur mutiara, ketan hitam, cendol, hingga tape singkong.
Biji salak menjadi salah satu menu yang paling mencuri perhatian. Teksturnya disebut sangat lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih. Tape singkongnya juga terasa empuk karena dimasak hingga benar-benar lembut.
Kendati demikian, pengunjung perlu memperhatikan waktu kedatangan. Area tersebut tidak menyediakan meja dan kursi sehingga makanan lebih cocok dibawa pulang atau disantap di tempat lain.
Rumah Makan dengan Beras Organik
Destinasi berikutnya adalah Rumah Makan Abahar Harja di Jalan Halimun Nomor 8, Malabar, Bandung. Tempat makan ini terlihat sangat ramai hingga pengunjung harus masuk daftar tunggu.
Konsep yang ditawarkan cukup unik karena rumah makan tersebut mengelola beras sendiri. Menu yang dipesan antara lain ayam kampung, sayur asem, jukut goreng, dan nasi liwet.
Nasi liwet menjadi salah satu menu yang menarik perhatian karena menggunakan beras organik. Porsinya juga sangat banyak, bahkan disebut cukup untuk tiga hingga empat orang.
Ayam kampung goreng lengkuas mendapat penilaian positif karena teksturnya lembut dan mudah dilepas dari tulang. Taburan lengkuasnya juga melimpah. Namun, sambalnya dinilai cukup pedas dan jukut goreng terasa asin bagi sebagian orang.
Sementara itu, sayur asem memiliki rasa yang lebih dominan manis. Meski demikian, secara keseluruhan makanan di rumah makan tersebut dinilai memuaskan.
Bagel Kekinian hingga Tahu Viral
Perjalanan kuliner berlanjut ke Bagelicious. Tempat ini menawarkan suasana estetik dengan bagel yang disebut memiliki karakter seperti bagel Korea.
Saat datang, pilihan menu sudah tersisa dua varian, yakni blueberry dan jasuke. Bagel blueberry menjadi pilihan yang lebih disukai karena teksturnya lembut, bagian luar sedikit garing, dan cocok dipadukan dengan cream cheese maupun maple.
Harga makanan dan minuman yang dipesan dalam kunjungan tersebut mencapai Rp228.700. Meski pilihan bagel terbatas, pengalaman mencicipinya tetap dinilai memuaskan.
Destinasi terakhir adalah Tahu Periangan di kawasan Ruko Pascal Hyper Square. Tempat ini ramai hingga pengunjung harus menunggu antrean.
Menu yang dicoba adalah tahu goreng kucai serta tahu goreng ayam udang. Tekstur tahunya sangat lembut dan gurih bahkan tanpa tambahan saus. Bagian pinggirnya juga terasa renyah.
Tahu ayam udang memiliki isian yang cukup padat. Rasa udang muncul lebih kuat setelah beberapa kali gigitan, dengan karakter gurih dan sedikit manis alami.
Rangkaian perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kuliner Bandung tidak hanya menawarkan makanan tradisional, tetapi juga sajian modern yang mengikuti tren. Dari pasar hingga restoran dan kedai kekinian, setiap tempat memiliki karakter rasa dan pengalaman berbeda.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : GURAISU