TULUNGAGUNG - Mi ayam umumnya disajikan dengan topping ayam yang telah dipotong atau dicincang. Namun, ada pula sajian mi ayam yang menggunakan potongan ayam panggang sebagai topping.
Mi berwarna kuning dengan tekstur keriting tersebut disajikan dalam dua pilihan, yakni mi kering dan mi berkuah. Pada sajian kering, mi berpadu dengan bumbu, sedangkan versi berkuah menggunakan kuah berwarna kecokelatan.
Potongan ayam panggang diletakkan di bagian atas mi. Permukaannya terlihat kecokelatan dengan bagian yang menunjukkan bekas proses pemanggangan. Di bagian dalam, daging ayam tampak masih lembap.
Sajian tersebut juga dilengkapi daun bawang, seledri, irisan cabai, dan jeruk nipis. Kerupuk serta daun selada turut menjadi pelengkap dalam satu mangkuk.
Pada mi kering, potongan ayam panggang disajikan bersama mi dan bumbu. Sementara pada versi berkuah, potongan ayam berada di atas mi dengan kuah kecokelatan yang mengisi bagian bawah mangkuk.
Baca Juga: Sate Taichan, Sajian Pedas Gurih yang Pas untuk Menemani Malam Dingin
Penggunaan ayam panggang membuat sajian ini berbeda dari mi ayam yang menggunakan ayam cincang. Aroma panggangan cukup terasa ketika potongan ayam disantap bersama mi.
Sandy, salah satu pelanggan, mengatakan penggunaan ayam panggang menjadi hal yang membedakan sajian tersebut dari mi ayam yang biasa ditemuinya.
“Biasanya kalau makan mi ayam kan topping-nya ayam cincang, tapi di sini ayamnya dipanggang. Jadi, ada aroma dan rasa panggangnya. Menurut saya, itu yang bikin beda. Ayamnya juga masih juicy dan bumbunya cukup meresap,” ujarnya.
Menurut dia, tekstur ayam yang masih lembap membuat potongan tersebut mudah disantap bersama mi. Bumbu yang meresap pada daging juga memberikan rasa yang berbeda dibandingkan topping ayam cincang.
Selain topping, perbedaan juga terlihat dari cara penyajian. Mi kering memiliki bumbu yang langsung bercampur dengan mi, sementara mi berkuah memberikan sensasi berbeda melalui kuah berwarna kecokelatan.
Baca Juga: Hangat dan Mengenyangkan, Kolak Roti Kacang Hijau Cocok Jadi Camilan Saat Udara Dingin
Selain mi ayam, terdapat menu pangsit yang dapat disantap sebagai pendamping. Pangsit disajikan dengan kulit yang lembut, bumbu, dan irisan cabai.
Kehadiran pangsit melengkapi sajian mi dalam satu kali santap. Teksturnya juga memberikan variasi dibandingkan mi dan potongan ayam.
Secara keseluruhan, sajian tersebut terdiri atas mi keriting, potongan ayam panggang, bumbu, serta sejumlah pelengkap. Pilihan penyajian kering atau berkuah membuat karakter hidangannya berbeda meski menggunakan topping ayam yang sama.
Penggunaan potongan ayam panggang menjadi pembeda utama dari mi ayam dengan topping ayam cincang. Aroma panggangan pada ayam berpadu dengan mi, bumbu, dan pelengkap yang disajikan dalam satu mangkuk.(meg)
Editor : Vidya Sajar Fitri