Ampiang Dadiah Khas Minangkabau, Kuliner Unik dari Susu Kerbau yang Menggoda

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:45 WIB
Ampiang Dadiah khas Minangkabau punya rasa unik dari susu kerbau dan sajian tradisional yang menggoda. (Ilustrasi Gemini AI)
Ampiang Dadiah khas Minangkabau punya rasa unik dari susu kerbau dan sajian tradisional yang menggoda. (Ilustrasi Gemini AI)

PADANG - Ampiang Dadiah menjadi salah satu kuliner khas Minangkabau yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta makanan tradisional.

Terbuat dari dadiah atau susu kerbau yang difermentasi secara alami dalam bambu, penganan ini memiliki cita rasa unik dan dapat disajikan dengan berbagai pelengkap, mulai dari cabai balado hingga ampiang, santan, kelapa muda, dan gula tebu.

Baca Juga: Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam, Jelajah Komodo hingga Pink Beach

Dadiah Dibuat dari Susu Kerbau

Dadiah bukan sekadar makanan tradisional biasa. Penganan ini dibuat dari susu kerbau yang dimasukkan ke dalam ruas bambu dan didiamkan semalaman hingga mengalami proses fermentasi alami.

Namun, mendapatkan bahan utama dadiah bukan perkara mudah. Jumlah peternak sekaligus pemerah susu kerbau yang masih memproduksinya disebut sangat terbatas. Bahkan, hasil pemerahan susu kerbau tidak selalu sama setiap hari.

Dalam proses pemerahan, kondisi kerbau menjadi salah satu tantangan. Peternak harus memiliki cara tersendiri agar kerbau mau mengeluarkan susu. Warni, salah seorang pembuat dadiah, memiliki trik untuk menghadapi kerbau yang sedang sulit diperah.

Setelah berhasil mendapatkan susu, proses berikutnya dilakukan secara hati-hati. Bambu yang digunakan sebagai wadah dadiah pun tidak sembarangan. Bambu harus sudah cukup tua dan dikeringkan terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan air di dalamnya.

Susu kerbau kemudian dituangkan ke dalam bambu dan disimpan semalaman. Proses tersebut menghasilkan dadiah dengan tekstur dan rasa khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Minangkabau.

Dadiah Bisa Disajikan Pedas hingga Manis

Karena proses pembuatannya cukup panjang dan bahan bakunya sulit diperoleh, harga dadiah relatif lebih mahal dibandingkan makanan tradisional lainnya.

Dalam transkrip, dadiah buatan Warni disebut dipasarkan hingga Padang. Dari pembuat, satu batang dadiah dapat dijual sekitar Rp2.000, sedangkan di warung makan harganya bisa mencapai Rp5.000 per bambu.

Bagi masyarakat Minang, dadiah juga memiliki cara penyajian yang khas. Salah satunya dengan menambahkan cabai atau balado. Potongan cabai dan bawang merah digunakan sebagai pelengkap untuk memberikan rasa pedas pada dadiah yang cenderung hambar.

Selain versi pedas, dadiah juga dapat diolah menjadi Ampiang Dadiah. Sajian ini menawarkan cita rasa yang lebih manis dan cocok bagi mereka yang tidak terlalu menyukai sensasi pedas.

Ampiang Dadiah, Perpaduan Tradisional yang Unik

Untuk membuat Ampiang Dadiah, ampiang atau beras ketan pipih terlebih dahulu direndam menggunakan air mendidih. Proses perendaman dapat dilakukan lebih dari sekali apabila menginginkan tekstur ampiang yang lebih mengembang.

Setelah itu, ampiang dipadukan dengan dadiah, kelapa muda, santan, serta gula tebu atau saka. Perpaduan tersebut menghasilkan hidangan dengan karakter rasa yang berbeda dari dadiah yang disajikan bersama sambal.

Bagi orang yang baru pertama kali mencicipinya, rasa dadiah mungkin terasa tidak biasa. Perpaduan rasa asam khas hasil fermentasi dengan bahan pelengkap membuat kuliner ini memiliki karakter tersendiri.

Keunikan tersebut justru menjadi daya tarik Ampiang Dadiah. Penganan ini tidak hanya menunjukkan kreativitas masyarakat Minangkabau dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi pengolahan susu kerbau tetap dipertahankan.

Disebut Punya Manfaat untuk Rambut

Selain dikonsumsi sebagai makanan, dalam tradisi yang diceritakan pada video tersebut, dadiah juga dipercaya memiliki kegunaan lain. Salah satunya berkaitan dengan perawatan rambut.

Dadiah disebut secara tradisional digunakan untuk membantu menjaga kemilau rambut. Klaim tersebut bahkan dibandingkan dengan penggunaan minyak kemiri yang telah lama dikenal masyarakat sebagai bahan perawatan rambut.

Namun, manfaat tersebut merupakan klaim tradisional yang muncul dalam cerita pembuat dadiah dan tidak dijelaskan sebagai hasil penelitian medis dalam transkrip.

Pada akhirnya, Ampiang Dadiah menawarkan dua pengalaman yang sama-sama unik: menikmati fermentasi susu kerbau sebagai kuliner khas Minangkabau atau mengenal pemanfaatannya dalam tradisi perawatan rambut. Di tengah semakin beragamnya makanan modern, dadiah menjadi salah satu warisan kuliner yang menarik karena proses pembuatannya masih sangat bergantung pada keterampilan dan tradisi masyarakat setempat.

Baca Juga: Wisata Labuan Bajo 3 Hari 2 Malam, Jelajah Komodo hingga Pink Beach

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : TRANS TV Official
Ampiang Dadiah susu kerbau Dadiah kuliner khas Minang minangkabau