Kaledo Khas Palu Punya Kuah Segar, Ternyata Rahasia Empuknya Tulang Bukan Presto

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:25 WIB
Kaledo khas Palu punya kuah asam yang segar dan tulang sapi empuk tanpa presto. Ini bahan serta cara membuatnya. (Ilustrasi Gemini AI)
Kaledo khas Palu punya kuah asam yang segar dan tulang sapi empuk tanpa presto. Ini bahan serta cara membuatnya. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - Kaledo khas Palu memiliki daya tarik pada perpaduan tulang sapi, kuah bercita rasa asam, dan cabai hijau yang memberikan sensasi segar.

Resep yang ditampilkan kanal YouTube Dapur Warna-Warni menunjukkan cara membuat kaledo dengan bahan sederhana tanpa menggunakan panci presto. Teknik perebusan bertahap menjadi salah satu kunci agar daging pada tulang sapi lebih cepat empuk.

Kaledo dalam resep tersebut menggunakan tulang iga dan tulang kaki sapi sebagai bahan utama. Sajian kemudian dilengkapi singkong rebus yang menjadi pendamping ketika kaledo dihidangkan.

Baca Juga: Pendap Bengkulu Jadi Sorotan, Kuliner Unik yang Dimasak Semalaman

Asam Jawa Jadi Kunci Kuah

Salah satu bahan yang menonjol dalam resep ini adalah asam jawa mentah. Sebanyak tujuh tangkai asam jawa dimasak terlebih dahulu sampai lunak.

Setelah lunak, asam jawa diangkat dan diulek dengan tambahan air. Air tersebut kemudian disaring hingga dua kali. Proses penyaringan dilakukan untuk menghasilkan air asam yang siap digunakan sebagai bagian dari kuah kaledo.

Selain asam jawa, cabai hijau juga menjadi bahan penting. Cabai direbus sebentar sampai layu sebelum dihaluskan bersama garam. Cabai tersebut nantinya bisa dicampurkan ke dalam kuah atau disajikan sebagai pelengkap.

Bahan lain yang digunakan cukup sederhana, yakni daun jeruk, garam, gula pasir, penyedap rasa, serta bawang goreng. Komposisi bumbu dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.

Tulang Sapi Tidak Perlu Langsung Dipresto

Pengolahan tulang menjadi bagian penting dalam resep ini. Sekitar satu kilogram tulang sapi direbus menggunakan air kurang lebih tiga liter atau sampai seluruh tulang terendam.

Ketika air sudah mendidih, tulang dimasukkan bersama garam dan daun jeruk. Gula pasir kemudian ditambahkan untuk memberikan keseimbangan rasa pada kuah.

Alih-alih menggunakan presto, tulang direbus selama sekitar 10 menit. Setelah itu, kompor dimatikan dan panci ditutup. Tulang dibiarkan selama kurang lebih 15 menit.

Teknik tersebut kemudian diulangi sampai tiga kali. Dalam video, metode ini disebut dapat membantu membuat daging lebih cepat empuk. Lama waktu pendiaman juga disebut berpengaruh terhadap tingkat kelembutan daging.

Setelah tulang mulai empuk, air asam jawa dituangkan ke dalam rebusan. Kuah kemudian dikoreksi rasanya dengan menambahkan garam apabila diperlukan.

Disantap dengan Singkong Rebus

Cabai hijau yang telah dihaluskan dapat dimasukkan ke dalam kuah. Namun, cabai juga bisa diberikan ketika kaledo akan disajikan sehingga aroma dan rasa pedasnya dapat disesuaikan dengan selera.

Bawang merah goreng kemudian ditambahkan sekitar satu hingga dua sendok makan. Jika kuah terlalu banyak menyusut selama proses memasak, air dapat ditambahkan kembali dan rebusan dibiarkan sampai mendidih.

Daging yang sudah empuk disarankan dipisahkan dari kuah apabila kaledo akan dipanaskan kembali. Langkah tersebut bertujuan menjaga daging tetap menyatu pada tulang dan tidak mudah hancur.

Sebagai pelengkap, singkong direbus secara terpisah dengan sedikit garam sampai teksturnya empuk. Kaledo kemudian disajikan bersama singkong, taburan bawang goreng, dan cabai hijau.

Perpaduan kuah asam dan segar dengan gurihnya tulang sapi membuat kaledo menjadi hidangan yang menarik untuk dicoba di rumah. Resep Dapur Warna-Warni tersebut juga memperlihatkan bahwa proses pengolahan tulang sapi dapat dilakukan dengan peralatan dapur sederhana, tanpa harus selalu mengandalkan panci presto.

Baca Juga: Pendap Bengkulu Jadi Sorotan, Kuliner Unik yang Dimasak Semalaman

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Dapur Warna Warni
Kaledo khas Palu tulang sapi cabai hijau palu asam jawa