PALU - Sup Kaledo menjadi salah satu kuliner khas yang patut dicicipi saat berkunjung ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Hidangan berbahan kaki sapi ini memiliki kuah kaldu yang gurih dan segar, dipadukan rasa asam serta cabai. Tekstur daging dan tulangnya yang empuk menjadi daya tarik tersendiri dari makanan khas suku Kaili tersebut.
Kuliner ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena namanya yang memiliki cerita tersendiri. Kaledo merupakan singkatan dari kaki lembu Donggala, merujuk pada bahan utama yang digunakan dalam hidangan tersebut.
Baca Juga: Pendap Bengkulu Jadi Sorotan, Kuliner Unik yang Dimasak Semalaman
Kaledo, Olahan Kaki Sapi Khas Sulawesi Tengah
Dalam liputan dari Kota Palu, pemilik rumah makan Kaledo Stereo, Dahlia, menjelaskan bahwa hidangan tersebut merupakan salah satu masakan khas Sulawesi Tengah.
Menurut Dahlia, bahan utama kaledo adalah kaki sapi. Bagian tersebut kemudian dimasak hingga menghasilkan kuah kaldu yang menjadi ciri khas hidangan.
Bumbu yang digunakan pun relatif sederhana. Kuah kaledo memanfaatkan asam, cabai, dan garam sebagai komponen utama. Perpaduan bumbu tersebut menghasilkan cita rasa yang asam, pedas, dan gurih.
Kesederhanaan bumbu justru membuat karakter kuah dan bahan utama lebih menonjol. Kaldu yang berasal dari kaki sapi menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa pada hidangan.
Dimasak Selama 2 hingga 3 Jam
Salah satu tahapan penting dalam membuat kaledo adalah proses memasak kaki sapi. Dahlia menyebut bahan tersebut harus dimasak selama kurang lebih dua hingga tiga jam.
Durasi tersebut membuat bagian kaki sapi menjadi lebih lunak dan mudah disantap. Proses memasak yang cukup lama juga memungkinkan kaldu keluar dari tulang dan menyatu dengan kuah.
Setelah matang, kaledo kemudian disajikan dalam keadaan hangat. Hidangan tersebut lazim disantap bersama singkong rebus sebagai pendamping.
Kombinasi kuah kaledo dan singkong rebus memberikan pengalaman makan yang berbeda. Kuah yang kaya rasa berpadu dengan tekstur singkong yang lembut dan mengenyangkan.
Tak Hanya Kaledo, Ada Menu Pendamping
Rumah makan tersebut juga menyediakan sejumlah hidangan lain yang dapat disantap sebagai menu pembuka. Terlebih ketika kaledo disajikan sebagai hidangan berbuka puasa.
Beberapa makanan yang tersedia antara lain barongko, puding gula aren, dan otak-otak ikan tenggiri. Barongko merupakan makanan olahan pisang yang memiliki cita rasa manis.
Sementara itu, puding gula aren dapat menjadi pilihan makanan ringan sebelum menyantap hidangan utama. Bagi pencinta makanan gurih, tersedia pula otak-otak ikan tenggiri.
Konsep penyajian tersebut memberikan pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan secara bertahap. Hidangan manis dan ringan dapat disantap lebih dulu sebelum beralih ke kaledo sebagai menu utama.
Bagi wisatawan yang datang ke Palu, mencicipi kaledo dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal kekayaan kuliner Sulawesi Tengah. Keunikan bahan, proses memasak yang cukup lama, serta rasa asam dan pedas membuat hidangan ini memiliki karakter yang kuat.
Sup Kaledo bukan sekadar sajian berkuah dengan bahan kaki sapi. Di balik semangkuk hidangan tersebut terdapat identitas kuliner lokal yang terus diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Palu.
Baca Juga: Pendap Bengkulu Jadi Sorotan, Kuliner Unik yang Dimasak Semalaman
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Metro TV