Bukan Cuma Papeda, 13 Makanan Khas Papua Ini Punya Cita Rasa Tak Biasa

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:50 WIB
Makanan khas Papua bukan cuma papeda. Ada ulat sagu, cacing laut, udang selingkuh dan kuliner unik lainnya. (Ilustrasi Gemini AI)
Makanan khas Papua bukan cuma papeda. Ada ulat sagu, cacing laut, udang selingkuh dan kuliner unik lainnya. (Ilustrasi Gemini AI)

PAPUA - Makanan khas Papua menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda, mulai dari papeda yang bertekstur lengket hingga ulat sagu dan cacing laut.

Selain hidangan yang sudah populer, Papua memiliki sejumlah kuliner tradisional yang menggunakan bahan lokal dan cara pengolahan khas masyarakat setempat.

Papeda memang menjadi salah satu kuliner Papua yang paling mudah dikenali. Namun, kekayaan kuliner di wilayah tersebut jauh lebih luas. Berbagai daerah memiliki makanan dengan karakter tersendiri, baik berupa hidangan utama, kudapan, maupun makanan yang bagi sebagian orang mungkin terdengar tidak biasa.

Baca Juga: Ampiang Dadiah Payakumbuh, Yogurt Susu Kerbau Warisan Zaman Belanda yang Masih Bertahan

Ada Udang dengan Capit seperti Kepiting

Salah satu kuliner yang menarik perhatian adalah udang selingkuh. Hidangan ini berasal dari udang air tawar yang dapat ditemukan di Sungai Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Keunikannya terletak pada bentuk tubuh yang menyerupai udang, tetapi dilengkapi capit seperti kepiting.

Daging udang selingkuh memiliki tekstur berserat dan rasa manis. Kuliner ini dapat dimasak maupun digoreng dan kerap disajikan bersama bunga pepaya atau tumis kangkung.

Papeda juga memiliki karakter yang tidak kalah khas. Makanan berbahan sagu tersebut dimasak sampai mengental sehingga menghasilkan tekstur lengket. Karena rasanya cenderung tawar, papeda biasanya dipadukan dengan ikan kuah kuning berbumbu rempah dan sayuran.

Ulat Sagu dan Cacing Laut

Bagi sebagian orang, ulat sagu menjadi bagian paling tidak biasa dari makanan khas Papua. Bahan tersebut diperoleh dari batang pohon sagu yang telah lapuk. Ulat sagu dapat dimakan mentah, dibakar, digoreng, atau diolah menjadi sate.

Selain ulat sagu, ada cacing laut yang dikenal sebagai kuliner dari kawasan Raja Ampat. Cacing laut tersebut dibersihkan dan dipanggang menggunakan serabut serta tempurung kelapa. Setelah berubah warna menjadi kecokelatan, bahan tersebut dapat diberi bumbu seperti rica-rica atau balado.

Papua juga memiliki tanaman yang dikenal sebagai sarang semut. Bentuknya menyerupai ruang-ruang kecil sehingga mendapatkan nama tersebut. Dalam penggunaan tradisional, sarang semut kerap diseduh sebagai minuman.

Dari Kue Lontar hingga Keripik Keladi

Tidak semua makanan khas Papua memiliki karakter ekstrem. Kue lontar merupakan kudapan manis yang secara tampilan menyerupai pai susu berukuran besar. Bahan utamanya terdiri atas tepung terigu, gula, margarin, telur, dan susu. Kue ini kerap disajikan dalam berbagai perayaan.

Sagu lempeng juga menjadi bagian dari kuliner Papua. Makanan ini dibuat dari sagu, kacang, kelapa, dan gula, lalu dibentuk seperti lempengan. Teksturnya renyah dan cocok disantap bersama kopi atau teh.

Ada pula kue sagu yang sering dijadikan oleh-oleh. Tepung sagu dipadukan dengan kenari, terigu, cengkeh, kayu manis, serta kacang tanah untuk menghasilkan rasa gurih dan aroma rempah.

Di Sorong, keripik keladi menjadi salah satu olahan yang dapat ditemukan sebagai oleh-oleh. Bahan utamanya adalah ubi keladi dengan pilihan rasa seperti pedas, manis, dan gurih.

Kuliner Tradisional dari Berbagai Daerah

Aunu Senebre merupakan hidangan berbahan ikan teri dan nasi putih yang dicampur kelapa parut serta irisan daun talas. Campuran tersebut kemudian dikukus hingga matang.

Timika memiliki Eurimo, kudapan yang sekilas menyerupai klepon. Namun, bahan dasarnya berbeda karena menggunakan pisang, tepung sagu, dan gula pasir. Kudapan ini kemudian dilapisi kelapa parut.

Sementara itu, ikan bungkus menyerupai pepes, tetapi menggunakan daun talas sebagai pembungkus. Ada pula ikan bakar Manokwari yang menggunakan ikan tongkol dengan sambal khas Papua yang digiling kasar. Cabai khas Papua memberikan sensasi pedas sekaligus aroma yang menjadi ciri hidangan tersebut.

Beragam kuliner itu memperlihatkan bahwa makanan khas Papua tidak hanya soal papeda. Bahan lokal, teknik pengolahan, serta tradisi masyarakat membuat setiap hidangan memiliki karakter tersendiri.

Baca Juga: Ampiang Dadiah Payakumbuh, Yogurt Susu Kerbau Warisan Zaman Belanda yang Masih Bertahan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : 10 BEST ID
makanan khas Papua ulat sagu cacing laut papeda papua