Udang Selingkuh, Kuliner Unik Papua yang Capitnya Mirip Kepiting

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB
Udang selingkuh khas Wamena punya capit mirip kepiting dan daging lembut. Simak fakta serta olahannya. (Ilustrasi Gemini AI)
Udang selingkuh khas Wamena punya capit mirip kepiting dan daging lembut. Simak fakta serta olahannya. (Ilustrasi Gemini AI)

WAMENA - Udang selingkuh menjadi salah satu kuliner unik dari Papua yang menarik perhatian wisatawan karena bentuknya tak biasa.

Hidangan khas Wamena ini memiliki capit besar menyerupai kepiting, hidup di perairan Sungai Baliem, serta dikenal memiliki daging lembut dengan cita rasa sedikit manis. Keunikan bentuk dan rasanya membuat udang selingkuh menjadi salah satu kuliner yang patut dicoba ketika berkunjung ke Papua.

Nama “udang selingkuh” tentu terdengar unik. Penyebutan tersebut bukan tanpa alasan. Masyarakat setempat melihat bentuk hewan ini yang berbeda dari udang pada umumnya karena memiliki capit menyerupai kepiting.

Keunikan itu kemudian melahirkan sebutan “udang selingkuh”, seolah-olah hewan tersebut merupakan hasil persilangan antara udang dan kepiting. Padahal, anggapan tersebut hanyalah istilah yang berkembang di tengah masyarakat untuk menggambarkan bentuk fisiknya.

Baca Juga: Dadiah khas Minangkabau Dibuat dari Susu Kerbau, Prosesnya Bikin Penasaran

Hidup di Sungai Baliem

Udang selingkuh banyak ditemukan di kawasan Wamena, terutama di aliran Sungai Baliem. Habitat tersebut menjadi salah satu alasan kuliner ini begitu identik dengan wilayah Papua Pegunungan.

Secara umum, hewan tersebut dikenal sebagai lobster air tawar atau udang karang air tawar. Bagian yang paling mencolok adalah capitnya yang berukuran besar dan memiliki warna kebiruan.

Berbeda dengan gambaran udang yang biasanya berukuran kecil, udang selingkuh memiliki tubuh yang lebih besar dengan capit sebagai bagian yang paling banyak menyimpan daging. Tekstur dagingnya disebut lembut, sementara rasanya cenderung gurih dengan sedikit rasa manis.

Karakteristik tersebut membuat udang selingkuh tidak hanya menarik dari sisi bentuk, tetapi juga dari pengalaman menyantapnya.

Diolah dengan Saus Asam Manis

Salah satu olahan yang populer di kalangan wisatawan adalah udang selingkuh saus asam manis. Hidangan tersebut biasanya disajikan bersama tumisan sayuran sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang lebih lengkap.

Sayuran pendamping dapat berupa kangkung maupun bunga pepaya. Kombinasi tersebut membuat sajian udang selingkuh tidak hanya mengandalkan rasa daging, tetapi juga memberikan variasi tekstur dan cita rasa dalam satu hidangan.

Menariknya, hampir seluruh bagian udang selingkuh dapat disantap. Bagian capit justru menjadi salah satu bagian yang paling diburu karena dagingnya cukup banyak.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali melihatnya, bentuk capit yang besar kemungkinan menjadi hal pertama yang menarik perhatian. Namun, setelah dicicipi, pengalaman kuliner tersebut tidak berhenti pada keunikan tampilannya.

Tidak Selalu Mudah Ditemukan

Meski populasi udang selingkuh disebut cukup banyak, mendapatkan hidangan ini tidak selalu mudah. Proses penangkapan hewan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat ketersediaannya di restoran bergantung pada hasil tangkapan.

Kondisi itu juga berpengaruh terhadap harga jual. Ketika hasil tangkapan sedang sedikit atau stok di restoran habis, wisatawan bisa saja tidak mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya.

Karena itu, menikmati udang selingkuh membutuhkan sedikit keberuntungan. Wisatawan yang ingin mencobanya perlu mempertimbangkan ketersediaan menu ketika datang ke tempat makan yang menyajikannya.

Keunikan bentuk, habitat, cara pengolahan, hingga cita rasanya membuat udang selingkuh menjadi salah satu daya tarik kuliner Papua. Bukan sekadar nama yang mengundang rasa penasaran, makanan ini juga menawarkan pengalaman mencicipi kekayaan pangan dari wilayah Wamena.

Bagi pencinta kuliner Nusantara, udang selingkuh menjadi salah satu hidangan yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki beragam makanan khas dengan cerita dan karakter yang berbeda di setiap daerah.

Baca Juga: Dadiah khas Minangkabau Dibuat dari Susu Kerbau, Prosesnya Bikin Penasaran

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Like Indonesia
udang selingkuh Wamena Sungai Baliem kuliner nusantara papua