TULUNGAGUNG- Tulungagung, tidak hanya dikenal sebagai penghasil marmer, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang unik dan menggoda.
Salah satu kuliner Tulungagng yang mencuri perhatian adalah krengsengan bekicot.
Mungkin terdengar tak biasa bagi sebagian orang, tapi bagi warga lokal Tulungagung, bekicot bukan hanya hewan sawah, melainkan juga sebagai sumber protein.
Di Tulungagung, krengsengan bekicot kerap dijajakan di warung kaki lima dan pasar tradisional, terutama di daerah Boyolangu dan sekitarnya.
Berbeda dengan krengsengan bekicot di daerah lain, ciri khas krengsengan bekicot Tulungagung adalah menggunakan kecap manis lokal dan gula merah yang memberikan rasa khas.
Berikut resep mudah membuat krengsengan bekicot khas Tulungagung.
Bahan-bahan:
500 gram daging bekicot (sudah dibersihkan dan direbus)
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit (bisa disesuaikan)
2 butir kemiri
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas, memarkan
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
3 sendok makan kecap manis
1 sendok makan gula merah (serut)
Garam dan penyedap secukupnya
Air secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Cara Membuat:
1. Jika menggunakan bekicot hidup, rebus terlebih dahulu hingga mudah dikeluarkan dari cangkangnya.
Bersihkan lendir dengan garam atau air jeruk nipis, lalu potong sesuai selera.
2. Ulek atau blender bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kemiri, dan jahe hingga halus.
3. Panaskan sedikit minyak.
Tumis bumbu halus bersama daun salam, lengkuas, dan serai hingga harum dan matang.
4. Tambahkan daging bekicot ke dalam tumisan.
Aduk rata dan biarkan bumbu meresap.
5. Tambahkan kecap manis, gula merah, garam, dan penyedap. Aduk rata.
Tuang sedikit air dan masak hingga bumbu menyerap dan kuah mengental.
6. Sajikan krengsengan bekicot dengan nasi hangat dan lalapan segar seperti timun atau kemangi. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah