TULUNGAGUNG – Jenang merupakan salah satu jajanan khas yang sudah melekat di hati masyarakat Tulungagung. Adapun rumah produksi jenang terkenal di Tulungagung yakni Jenang Pak Lasimun.
Dikenal sejak tahun 1987, jenang ini bukan hanya menjadi sajian wajib di setiap hajatan atau Lebaran di Tulungagung, tapi juga berkembang menjadi bagian dari wisata edukasi dan kuliner khas desa.
Jenang Pak Lasimun menawarkan berbagai olahan tradisional seperti jenang, madu mongso, wajik, jadah, dan aneka jajanan lainnya.
Dimana olahan jajanan jenang tersebut dibuat langsung dari rumah produksi di Desa Cluwok, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Produk-produk Jenang Pak Lasimun asal Tulungagung ini dibuat dari bahan-bahan pilihan tanpa tambahan pengawet.
Resep asli yang digunakan merupakan warisan keluarga yang terus dijaga hingga kini. Hal ini membuat cita rasa jenang tetap otentik dan khas, meskipun sudah dijalankan oleh generasi ketiga, yakni Ibu Hana, anak dari almarhum Pak Lasimun.
Karena tidak menggunakan pengawet, jenang asli khas Tulungagung ini hanya mampu bertahan selama 7 hari. Namun justru inilah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Rasa manis legit, tekstur lembut, dan aroma khasnya membuat jajanan ini selalu ditunggu oleh para pelanggan, baik dari dalam maupun luar kota.
Diketahui satu besek jenang dijual dengan harga Rp 34.000, dan dapat ditemukan di berbagai toko oleh-oleh khas Tulungagung.
Namun, untuk merasakan pengalaman yang lebih unik, konsumen bisa datang langsung ke lokasi produksi.
Adapun lokasi rumah produksi yakni di Jalan Raya Cluwok, RT 3 RW 5, Cluwok, Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung dengan jam operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.30 WIB.
Di sana, pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pembuatan jenang secara tradisional, mulai dari pengadukan, pematangan, hingga pengemasan.
Proses ini menjadikan lokasi tersebut juga sebagai tempat wisata edukasi lokal.
Tak hanya itu, di samping rumah produksi jenang, terdapat kawasan wisata kuliner bernama Tegal Pule.
Tempat ini mengusung konsep taman pohon pule yang rindang, dilengkapi dengan gazebo dan angkringan, menciptakan suasana yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga sehingga dapat menjadi tujuan wisata di Tulungagung.
Tegal Pule menyajikan beragam masakan khas Tulungagung yang dimasak secara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.
Adapun seperti Ayam Lodho, Geneman, Khotok Semar, Bubur Sumsum dan berbagai sajian tradisional lainnya.
Tempat ini paling ramai dikunjungi saat hari libur pagi hari, karena banyak masyarakat lokal Tulungagung maupun wisatawan yang datang untuk sarapan pagi sambil menikmati suasana pedesaan yang sejuk dan alami.
Jenang Pak Lasimun khas Tulungagung ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang melestarikan tradisi keluarga dan budaya kuliner lokal.
Dengan tetap mempertahankan cara produksi tradisional dan membuka akses wisata edukatif serta kuliner, tempat ini menjadi salah satu contoh UMKM yang sukses berkembang tanpa kehilangan identitas.
Bagi siapa pun yang datang ke Tulungagung, Jenang Pak Lasimun dan Tegal Pule bukan sekadar tempat belanja oleh-oleh, tapi pengalaman menikmati warisan budaya yang masih hidup hingga hari ini.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz