KULTUR - Pernikahan yang mencampurkan adat Jawa dengan mahkota Siger Sunda saat ini semakin digemari oleh para artis dan influencer. Kemudian banyak orang yang terinspirasi untuk mengikuti model pernikahan ini, dengan menggabungkan tradisi lama dengan gaya baru. Lalu mengapa fenomena ini menjadi tren dalam pernikahan saat ini?
Mereka memilih ide ini untuk menampilkan budaya Indonesia dan memberikan nuansa modern dalam acara pernikahan mereka. Tren ini tidak hanya memperlihatkan mengenai beragamnya budaya Indonesia, tetapi juga memperlihatkan mengenai bagaimana tradisi bisa terus berkembang dan beradaptasi dengan mengikuti perkembangan zaman.
Baca Juga: Eksistensi Tembang Jawa Cublak-cublak Suweng di Tengah Arus Teknologi Modern
Adat Jawa dan Sunda sendiri memiliki kekayaan dan keunikan sendiri. Tradisi pernikahan Jawa memiliki ciri khas dengan kebaya yang elegan, batik yang indah, riasan paes dan hiasan cunduk mentul yang mempercantik kepala mempelai wanita.
Sementara itu, adat Sunda dikenal dengan memiliki mahkota Siger, yang di gunakan oleh pengantin wanita sebagai simbol kecantikan dan keanggunan. Mahkota ini biasanya terbuat dari perak logam kuningan dan dihiasi dengan ornamen-ornamen yang cantik.
Penggabungan pernikahan adat Jawa dengan menggunakan mahkota Siger Sunda menjadi tren, antara lain karena pengaruh teknologi.
Media sosial sendiri memiliki peran besar dalam memperkenalkan dan menyebarkan ide ini kepada masyarakat luas. Melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Banyak calon pengantin yang terinspirasi untuk mengombinasikan unsur kedua budaya ini dalam pernikahan mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh Cita Raras Nindya Pangesti dan Atiqa Sabardila (2020) menyatakan bahwa akulturasi ini terjadi karena pengaruh teknologi dan media sosial yang memperkenalkan ide ini kepada masyarakat.
Penelitian ini menunjukkan mengenai akulturasi ini lebih terlihat pada penggunaan mahkota Siger, sementara kebaya tradisional tetap digunakan. Mereka juga menemukan bahwa sebagian besar pengantin yang memilih akulturasi budaya ini adalah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain itu, akulturasi ini juga menunjukkan bagaimana budaya dapat beradaptasi dan berkembang seiring waktu.
Penggunaan mahkota Siger dalam pernikahan adat Jawa menunjukkan bahwa tradisi tidak harus kaku, tetapi bisa berubah dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat saat ini.
Baca Juga: Dendam Masa Lalu, Ini Mitos Orang Jawa Ternyata Nggak Boleh Menikahi Orang Sunda
Dilansir dari Radar Tulungagung, bahwa mitos tentang orang Jawa yang tidak boleh menikah dengan orang Sunda sudah lama tidak selaras dan mulai ditinggalkan.
Selain itu, perubahan sosial dan pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya telah membantu mengurangi mitos tersebut. Ini juga mendukung terciptanya perpaduan budaya dalam pernikahan modern, di mana unsur-unsur dari kedua adat ini bisa di gabungkan tanpa hambatan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra