Radar Tulungagung - Bentang sawah dengan dua bukit di tengahnya tertampang di Desa Notorejo Kecamatan Gondang Tulungagung memang tampak biasa saja. Namun siapa sangka di wilayah tersebut serat akan misteri ngunduh mantu gaib yang dipercaya oleh warga setempat.
Kesaksian ini diakui oleh warga Desa Notorejo, Robit. Menurutnya banyak warga sekitar yang kerap mendengar sayup-sayup suara gamelan seperti pesta hajatan di tengah sawah. Nyatanya setelah sumber suara itu didekati, suara tersebut berhenti.
Baru setelah menjauh dari sawah tersebut, sayup suara gamelan ini kembali terdengar oleh warga. Yang mana menurutn pengakuannya, kejadian seperti ini kerap terjadi.
Baca Juga: Mengapa Akulturasi Adat Jawa dan Siger Sunda Jadi Tren Pernikahan Modern?
Sama halnya dengan kesaksian Sarpin, dia kerap mendengar adanya suara seperti orkesan hingga wayang di bentang sawah dengan kedua bukit di tengahnya tersebut. Bahkan sempat ada orang yang berasal dari luar daerah datang ke Desa Notorejo untuk melihat pertunjukkan wayang. Dimana nyatanya hajatan tersebut tidak pernah terjadi.
“Banyak orang yang tanya, di sini apa ada orkesan atau wayangan. Padahal di sini tidak ada hajatan apa-apa,” tutur pria paruh baya tersebut.
Berdasarkan cerita folklor masyarakat setempat, hajatan gaib tersebut merupakan hajatannya Mbah Ndawe. Dimana tempat itu pun dikenal dengan sebutan Puthuk Ndawe.
Diketahui Mbah Ndawe ini memiliki empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Adapun keempat anak Mbah Ndawe ini bernama Seketi, Sumiati, Bangbangerang dan Sambernyowo.
Pernah ada perias pengantin yang hilang selama empat hari lantaran menghias anak Mbah Ndawe. Tidak boleh ada satu barang pun yang diambil dari kedua bukit di pematang sawah tersebut.
Baca Juga: Raih Juara Nasional Seni Lukis, Berikut Cerita di Balik Perjuangan M Syaiful Huda asal Tulungagung
Bahkan sempat ada seseorang yang menemukan logam emas di tempat tersebut. Namun ketika logam emas dibawa pulang, tak berselang lama seseorang itu meninggal dunia.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz