Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Begini Nasib Situs Kuno Era Majapahit Yang Ditemukan di Desa Ngranti Tahun 2022 Silam

Mukhamad Zainul Fikri • Jumat, 7 Februari 2025 | 13:30 WIB

PERIKSA: Petugas melakukan pengecekan terhadap situs kuno peninggalan Majapahit di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu.
PERIKSA: Petugas melakukan pengecekan terhadap situs kuno peninggalan Majapahit di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu.

RADAR TULUNGAGUNG
- Bulan September tahun 2022 lalu, beberapa situs kuno peninggalan era kerajaan Majapahit ditemukan di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Temuan situs kuno itu sebenarnya berpotensi dijadikan lokasi wisata sejarah, namun pihak desa masih bingung untuk melangkah lebih karena beberapa kendala yang dihadapi.

Situs kuno yang dimaksud berupa dua titik sumur tua berbentuk segi empat, sebuah batu ambang pintu dengan inskripsi 1360 saka atau 1438 masehi, serta sebuah batu lumpang ditemukan oleh warga Ngranti. Tepatnya pada bulan September tahun 2022 lalu.

Temuan itu digadang-gadang sebagai peninggalan era kerajaan Majapahit.

Beberapa tahun setelah ditemukan, ternyata beberapa temuan itu belum ada tindak lanjut.

Kepala Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Yulianto menerangkan pihaknya belum bisa melangkah lebih lanjut terkait benerapa situs itu.

Menurutnya, situs-situs itu berada di tanah milik penduduk. Sehingga upaya evakuasi sulit untuk dilakukan.

Sementara lingkungan sekitarnya juga sudah padat dengan pemukiman penduduk.

Apalagi kepastian dari situs-situs itu juga belum Yulianto ketahui.

Pasca ditemukan, belum ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan status dari situs yang ditemukan di tahun 2022 itu.

“Kita untuk melangkah lebih jauh juga bingung, karena sampai hari ini belum ada kepastian terkait situs-situs tersebut,” terang Yulianto.

Padahal dalam pandangan Yulianto, situs-situs itu bisa dijadikan objek wisata.

Atau setidaknya bisa menjadi penegas sejarah Desa Ngranti. Serta kehidupan masyarakat Dess Ngranti pada zaman kerajaan Majapahit.

Sementara untuk perkembangannya, Yulianto telah menegaskan kepada pemilik lahan dimana situs-situs itu berada untuk menjaga kelestariannya.

Pun masyarakat juga dihimbau untuk merubah bentuk dan lokasi situs yang ditemukan.

“Sampai saat ini sumur-sumur dan situs itu tidak berubah,” katanya.

“Saya sudah berpesan kepada pemilik lahan agar situs-situs itu dijaga dengan baik dan tidak diapa-apakan karena itu merupakan peninggalan sejarah,” sambung Yulianto.

Pasca penemuan bulan September tahun 2022 lalu sebenarnya pihak desa berupaya untuk mencari lagi apakah masih ada situs lain di Desa Ngranti.

Namun sampai hari ini, belum ditemukan yang lainnya.

“Selama ini belum ada penemuan situs lain yang terkait dengan situs yang ditemukan sebelumnya,” tutupnya. ***

Editor : Mukhamad Zainul Fikri
#sumur #Kabupaten Tulugagung #majapahit #boyolangu #objek wisata #prasasti #Situs Kuno