RADAR TULUNGAGUNG - Seniman lukis di Tulungagung masih terus berkarya, dan tidak terpengaruh oleh sektor ekonomi yang sedang lesu.
Mereka pun menganggap berkarya sebagai bentuk ibadah. Dan tidak berharap hidup dari seni, namun seniman lukis Tulungagung bertekad harus menghidupi kesenian itu sendiri.
Baca Juga: Menggeluti Seni Tari, Seorang Putri Asal Tulungagung Meraih Prestasi di Dance Sport
Sekadar diketahui, seniman lukis berbeda dengan seniman pertunjukan. Pada dasarnya seniman pertunjukan biasa memperoleh penghasilan dengan cara ditanggap.
Namun seniman lukis menganggap melukis atau berkarya adalah sebuah bentuk ibadah.
Baca Juga: Raih Juara Nasional Seni Lukis, Berikut Cerita di Balik Perjuangan M Syaiful Huda asal Tulungagung
Karena mereka merasa telah diberi kelebihan dibidang kesenian dalam melukis. Dan beranggapan harus terus melukis agar kesenian lukis tetap terjaga kelestariannya.
Terbukti dengan diselenggarakannya pameran lukisan oleh dua seniman lukis pada Sabtu (15/2) malam.
Baca Juga: Meski Hadapi Stigma Miring, Mia Camilia Tetap Menekuni Seni Tari Tradisional
Pameran tersebut menampilkan karya-karya lukisan dari seniman lukis Tulungagung, Nurali dan muridnya Laila Maghfiroh. Pameran tersebut bertemakan Harmoni Alam.
Menurut Nurali, dirinya sebagai seniman tidak berharap mendapat materi dari karyanya.
Baca Juga: Mahir Memainkan Tiga Alat Musik, Begini Potret Immanuel Hero Tan Jaya, Seorang ABK asal Tulungagung
Namun dia berkarya sebagai kewajibanya melestarikan seni lukis.
"Pameran seperti ini bentuk kepedulian saya terhadap seni lukis. Jadi saya ngopeni kesenian," ungkapnya
Hal serupa juga diakui Laila Maghfiroh, seniman lukis. Dia mengaku sangat senang bisa melakukan pameran ini.
Karena menurutnya hal seperti ini bisa terus dilakukan di Tulungagung.
"Di era gempuran AI kita arus tetap semangat berkarya. Karena karya manusia tetap beda dengan AI. Lebih memiliki emosi dan perasaan dalam lukisannya," ungkapnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana