RADAR TULUNGAGUNG - Peristiwa pelantikan kepala daerah di Jakarta, termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Wabup Ahmad Baharudin ternyata bisa dilihat dari kacamata lain.
Semua tidak lepas dari tanggal pelantikan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin yang jatuh pada hari ini 20 Februari 2025 atau 21 Ruwah 1958.
Baca Juga: Begini Langkah Awal Yang Akan Dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Usai Dilantik
Memangnya ada yang istimewa dari tanggal pelantikan Bupati Tulungagung ini?
Ternyata tanggal di atas bisa dilihat melalui candrasengkala.
Candrasengkala terdiri dari dua kata yaitu Candra yang artinya pernyataan dan Sengkala yang artinya angka tahun.
Umumnya candrasengkala yang lazim diketahui orang Jawa adalah menggunakan perhitungan Tahun Jawa atau mirip Hijriyah.
Baca Juga: Presiden RI Prabowo Subianto Bepesan Ini ke Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung
Umumnya candrasengkala menggunakan kata-kata untuk melambangkan angka tahun.
Budayawan Tulungagung Budi Sujarwo mengatakan, masyarakat Jawa tidak bisa lepas dari bahasa simbol dalam menandai sebuah peristiwa.
Bahkan umumnya penggunaan bahasa simbol dalam bentuk candraasengkala itu merupakan wujud doa.
Tak terkecuali untuk pelantikan kepala daerah serentak hari ini.
“Tentu ini bisa dijadikan candrasengkala untuk menandai peristiwa bersejarah ini,” katanya.
Pria yang juga seorang dalang ini menandai 21 Ruwah 1958 dengan Kumara Jendra Garudha Mangsah.
Artinya keutamaan bulan Ruwah di tahun 2025 masehi.
Baca Juga: Isu Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Bagi Bupati dan Wabup Kabupaten Tulungagung Terpilih
“Bisa juga menggunakan kata-kata lainnya untuk menjadi sebuah candrasengkala. Umumnya memang lebih banyak memaknai tahunnya,” jelasnya.
Apakah Anda bisa membuat candrasengkala versi lain? Silakan berkreasi.
Editor : Dharaka R. Perdana