RADAR TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyita perhatian saat pelantikan kepala daerah serentak pada Kamis 20 Februari lalu.
Karena sedang cedera kaki, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin pun mengikuti prosesi dengan menggunakan kruk penyangga.
Baca Juga: Ipin-Syah Lakoni Tes Kesehatan Persiapan Menuju Pelantikan di Istana Negara
Namun Mochamad Nur Arifin tetap bersemangat mengikuti peristiwa bersejarah ini.
Semua orang tentu paham, jika Mochamad Nur Arifin sudah cukup lama berkecimpung di Pemkab Trenggalek.
Baca Juga: Cedera Ligamen Putus, Bupati Trenggalek Pakai Tongkat Kruk Hadiri Pelantikan Kepala Daerah
Awalnya dia menjadi Wakil Bupati Trenggalek mendampingi Emil Elestianto Dardak.
Hingga akhirnya Emil Elestianto Dardak terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, otomatis Mochamad Nur Arifin menggantikan posisi sebagai Bupati Trenggalek.
Baca Juga: Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Desa Wonoanti Trenggalek
Di pilkada serentak 2024 lalu Mochamad Nur Arifin dia kembali memenangkan kontestasi.
Di balik itu semua, ada hal-hal menarik mengenai sifat baik Bupati Trenggalek ini berdasarkan weton kelahirannya sebagai berikut.
Mochamad Nur Arifin lahir di Surabaya pada 7 April 1990.
Jika dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan Sabtu Kliwon 11 Pasa 1922.
Seseorang yang lahir pada Sabtu Kliwon biasanya sering membuat orang lain merasa senang.
Mengingat dia sosok yang periang, pandai bicara, bergaul, setia pada janji, dan kuat dalam berdoa.
Sosok orang yang lahir di tanggal tersebut umumnya dikaruniai kesederhanaan dan sifat penyabar.
Sehingga bisa dijadikan seorang pamomong atau pengasuh.
Baca Juga: Nasib Jalur Lingkar Durenan (JLD) di Trenggalek Makin Ngambang, 10 Tahun Nihil Perkembangan
Selain itu juga dianugerahi keteduhan hati dan suka memberi perlindungan dalam banyak hal.
Semoga dengan anugerah tersebut, Mochamad Nur Arifin bisa benar-benar menjadi pamomong Trenggalek ke arah yang lebih baik.
Editor : Dharaka R. Perdana