Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

5 Tradisi Unik Sambut Bulan Suci Ramadhan di Berbagai Negara, Tradisi Indonesia Paling Unik!

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 28 Februari 2025 | 22:42 WIB

 

5 Tradisi Unik Sambut Bulan Suci Ramadhan Di Berbagai Negara, Ada Yang Dari Indonesia!
5 Tradisi Unik Sambut Bulan Suci Ramadhan Di Berbagai Negara, Ada Yang Dari Indonesia!

Radar Tulungagung - Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia, dan setiap negara memiliki cara unik dalam merayakan dan menjalani bulan ini.

Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial.

Berikut adalah beberapa tradisi Ramadan yang menarik dari berbagai Negara

  1. Mesir: Lentera Fanous Ramadan

Di Mesir, lentera yang dikenal dengan nama fanous telah menjadi simbol khas selama Ramadan.

Sejak abad ke-10 lentera ini digunakan untuk menerangi jalan-jalan saat malam Ramadan, tetapi kini menjadi dekorasi yang dipasang di rumah dan toko-toko.

Lentera fanous biasanya terbuat dari logam dengan warna-warna cerah dan lampu kecil di dalamnya.

Tradisi ini dimulai pada masa Dinasti Fatimiyah dan hingga kini tetap menjadi bagian dari perayaan Ramadan di Mesir.

Lentera tersebut juga sering dipertukarkan sebagai hadiah saat bulan suci ini.

  1. Lebanon: Tembakan Meriam

Di Lebanon, tembakan meriam digunakan sebagai tanda berbuka puasa.

Tradisi ini telah dimulai sejak zaman Kesultanan Ottoman.

Setiap hari selama Ramadan, meriam ditembakkan pada waktu berbuka untuk menandakan bahwa waktunya telah tiba untuk berbuka.

Tradisi ini dimulai di Mesir dan kemudian menyebar ke negara-negara Arab lainnya, termasuk Lebanon.

Meskipun pada masa kini meriam yang digunakan adalah meriam yang lebih modern dan aman, tembakan meriam tetap menjadi simbol yang mengesankan bagi banyak orang di Lebanon.

  1. Turki: Sahur on the Road

Di Turki, ada tradisi Sahur on the Road (Sahur di Jalan).

Menjelang waktu sahur, sekelompok orang akan berkeliling kota dengan kendaraan dan membawa alat musik untuk membangunkan orang-orang agar bersiap makan sahur.

Sahur on the Road sudah ada sejak abad ke-19 dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang populer di banyak kota besar di Turki.

  1. India: Seheriwalas

Di India terutama di wilayah Delhi, tradisi Seheriwalas sangat terkenal selama Ramadan.

Para Seheriwalas adalah orang-orang yang bertugas membangunkan umat Muslim untuk sahur pada dini hari.

Mereka menggunakan alat musik atau terompet sembari melantunkan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW untuk membangunkan orang dari tidur dan memastikan mereka makan sahur sebelum waktu imsak.

  1. Indonesia: Dugderan di Semarang

Di Indonesia, terutama di Semarang ada tradisi Dugderan yang menandai datangnya bulan Ramadan.

Dugderan adalah perayaan yang melibatkan pawai dengan berbagai elemen budaya termasuk penampilan warak ngendog (makhluk mitologi yang menyerupai kuda dan naga).

Selama Dugderan, warga Semarang juga akan mengadakan pasar Ramadan yang penuh dengan hidangan khas untuk berbuka puasa.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-16 dan menjadi simbol dari semangat masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Tradisi Ramadan di berbagai negara mencerminkan kekayaan budaya dan cara unik umat Muslim merayakan bulan suci ini.

Baik melalui lentera fanous di Mesir, tembakan meriam di Lebanon, atau Sahur on the Road di Turki, setiap tradisi memiliki makna yang mendalam dan mempererat ikatan antarwarga.

Tradisi-tradisi ini memberikan gambaran betapa beragam dan kaya budaya umat Islam di seluruh dunia dalam merayakan bulan penuh berkah ini. (Ayu Ratna)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#manca negara #Dugderan Semarang #ramadan #puasa #sahur on the road #tradisi