RADAR TULUNGAGUNG - Dalang-dalang muda di Tulungagung gelar wayang kulit climen bertajuk Tirakatan Jemuwah Legen, malam ini (27/2).
Dalam gelaran wayang tersebut mengusung lakon Asmara Bumi. Dengan menampilkan dua dalang muda Tulungagung, yakni Ki Andrian dan Ki Tito Tirto W.
Baca Juga: 3 Windu Lamanya Kuwato Menjaga Eksistensi Wayang Potehi di Tulungagung
Wayang climen tersebut digelar di Pendapa Kanjengan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.
Pagelaran wayang kulit climen menggandeng dalang-dalang muda se-Tulungagung yang tergabung dalam Pakumpulan Dhalang Anom Tulungagung (Pakudhatu).
Baca Juga: Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, Intip Kesenian Tiban di Desa Kedungcangkring Tulungagung
"Kami berusaha menyuguhkan hiburan untuk masyarakat Tulungagung," ucap Wisnu, salah satu anggota Pakudhatu
Dalam pagelaran tersebut juga menampilkan sinden-sinden se-Tulungagung yang tergabung dalam paguyuban sinden Tulungagung.
Baca Juga: Inilah Ki Marjuki Mardi Sabdo, Dalang Ruwat Langganan Pemkab Tulungagung
"Kami sangat senang dilibatkan dalam pagelaran ini. Semoga kedepan kegiatan seni seperti ini bisa terus dilestarikan," kata Dina Laksita, salah satu sinden.
Acara berlangsung meriah, mengusung konsep klasik, penonton disuguhkan suasana bagaikan menonton wayang pada jaman dahulu.
Baca Juga: Kenali Sosok 5 Dalang Wayang Kulit Nusantara yang Terkenal hingga Mendunia
Sebelum pagelaran wayang dimulai juga diadakan sarasehan budaya yang mengulas perkembangan wayang kulit di Tulungagung.
Pada sarasehan tersebut menghadirkan narasumber salah satu dalang senior di Tulungagung, Budi Plandang Sudjarwo.
Menurut dia, wayang kulit bukan hanya menjadi sebuah tontonan, namun juga menjadi tuntunan bagi umat manusia.
Baca Juga: Sendang vs Pucanglaban: Seni dan Budaya atau Pantai Eksotis, Pilih yang Mana?
“Banyak nilai-nilai moral yang bisa diambil di dalamnya," kata mantan ketua Pepadi Tulungagung dua periode ini.
Kemudian seketika gendhing talu dimainkan tim karawitan menandakan wayang kulit climen dimulai dan penonton antusias untuk duduk memenuhi Pendapa Kanjengan tersebut.
Editor : Dharaka R. Perdana