RADAR TULUNGAGUNG - Keris yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia memiliki banyak pamor di setiap bilahnya.
Salah satunya keris pamor Lar Gangsir banyak diburu oleh para anggota DPR, para MC adat Jawa, penyanyi, tokoh adat, bahkan para dalang wayang kulit. Apa alasannya?
Ternyata keris pamor Lar Gangsir megandung filosofi menyampaikan kabar dan suara yang lantang, indah dan benar.
Ditelaah dari penggunaan bahasa, lar artinya bulu/sayap, sedangkan gangsir adalah binatang semacam jangkrik, tetapi memiliki ukuran yang lebih besar.
Baca Juga: Filosofi Keris, Menyatunya Bapa Angksa dan Ibu pertiwi
Gangsir selalu berbunyi (ngerik) pada malam hari, ketika suasana sedang sepi. Sehingga suaranya sangat nyaring, keras dan jelas untuk didegar.
Itulah sebabnya mereka yang suka berburu keris sangat mengidolakan pamor yang satu ini.
Baca Juga: Cerita Muhammad Taslim Jadi Kolektor Keris di Trenggalek
Apa lagi para kolektor keris yang juga berprofesi sebagai anggota DPR, MC, penyanyi, dalang, dan mereka yang merasa berkepentingan suaranya didengarkan oleh khalayak.
Lar Gangsir selain memiliki filosofi suara indah, juga bermakna bersuara/berkata jujur, konsisten dan benar.
Baca Juga: Kegilaan Muhammad Zaqqi Mengoleksi Ribuan Keris, Rela Habiskan 6 Juta Buat Sekali Perawatan
Karena gangsir tidak pernah bersuara pada siang hari, tetapi selalu konsisten pada malam hari.
Gangsir yang berbunyi juga selalu jujur, bahwa dia adalah gangsir jantan. Bukan gangsir betina. Maka suaranya selalu menandakan kebenaran.
Terlepas dari filosofi yang dikandung, pamor Lar Gangsir termasuk pamor yang unik dan sangat indah.
Pamor ini ditata di tengah bilah keris dengan guratan lingkaran kecil dan besar, gabungan garis lurus dan lengkung.
Ditempa berlipat-lipat, bersusun, kemudian meliuk-liuk. Secara kasat mata benar-benar seperti motif dan bentuk Lar Gangsir atau bulu/sayap jangkrik.
Teknik pembuatannya pamor ini tergolong rumit. Maka tak heran jika keris berpamor Lar Gangsir bernilai tinggi, alias berharga mahal.
Baca Juga: Ini Deretan Pusaka yang Dijamas SebelumPuncak Hari Jadi Trenggalek
Pamor Lar Gangsir sudah ditemukan pada keris zaman Kerajaan Singhasari, sebelum adad ke 12.
Dalam perkembagannya, pamor ini tetap favorit dan terus diproduksi pada zaman-zaman berikutnya sampai era sekarang.
Editor : Dharaka R. Perdana