RADAR TULUNGAGUNG - Membahas keris tanpa mistis, ibarat makan sayur tanpa garam. Kurang asin dan kurang sedap.
Itulah ungkapan yang selalu muncul pada setiap pembahasan tentang keris. Baik itu dalam sarasehan, dialog, maupun sekadar ngobrol gayeng-gayengan.
Dalam dunia perkerisan ada dua istilah yang mengemuka. Yakni eksoteris keris dan esoteris keris.
Eksoteris keris adalah memandang dan membahas keris dari sisi teknis. Mulai dari sejarah keberadaannya, data, pembuatan, bahan yang dibuatnya.
Sedangkan esoteris memaknai keris dari sudut pandang keyakinan, pengalaman spiritual, pengalaman estetis, di luar pemahamann teknis yang sifatnya sangat subjektif.
Lebih dekat dengan sudut pandang mistis. Ada sebagian orang lagi yang menyebut yoni atau tuah.
Esoteris pada keris, misalnya seseorang akan bersikap beringas ketika menghunus keris luk/berkelok tajam.
Dan sebaliknya, seseorang akan menjadi sabar ketika menghunus keris lurus dan relatif polos.
Baca Juga: Filosofi Keris, Menyatunya Bapa Angksa dan Ibu pertiwi
Sebab bentuk keris, sudut keris, akan mempengaruhi suasana batin terhadap orang yang memegangnya.
Maka orang-orang yang begitu peduli dengan esoteris keris, akan selalu mempertimbangkan harus membawa keris apa dalam urusan yang berbeda-beda.
Dalam hal ini keris dihargai atau memiliki nilai sangat relatif.
Sedangkan keris dari sudut pandang eksoteris, lebih bersifat objektif. Tidak membahas hal-hal yang bersifat pengalaman subjektif.
Secara eksoteris, keris dihargai kualitasnya berdasarkan bahan baku dalam pembuatannya. Termasuk garap bentuk, model, dan tingkat keutuhannya (kondisi fisik).
Editor : Dharaka R. Perdana