RADAR TULUNGAGUNG - Daya tarik sebuah pusaka bernama keris tidak hanya berdasarkan pamor, tetapi juga pada tangguh keris tersebut.
Tangguh keris menjadi salah satu hal yang sangat menarik bagi para pecinta keris.
Baca Juga: Keris Pamor Blarak Sineret Cocok untuk Pemimpin, Terbanyak Buatan Empu Asal Madura, Harganya Berapa?
Tangguh keris juga dianggap paling sulit diprediksi apa lagi dipastikan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan tangguh keris?
Tangguh adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berasal dari kata tak sengguh artinya diperkirakan atau diprediksi.
Baca Juga: Membahas Keris Tak Jauh dari Hal-hal Mistis, Kenapa Demikian? Begini Alasannya
Ada dua makna dalam istilah tangguh keris. Yang pertama adalah perkiraan atau prediksi masa pembuatan/produksi sebuah keris.
Yang kedua adalah model atau gaya, sebuah keris dibuat pada zaman kerajaan apa.
Mengupas tangguh keris dalam hal memperkirakan periode atau masa pembuatannya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas.
Yakni mereka yang mempelajari keris secara akademis. Bisa juga mereka yang telah berpengalaman meneliti dan mempelajari keris secara teliti dan terus menerus.
Tangguh dalam arti periode pembuatannya, akan memprediksi zaman apa atau tahun berapa keris itu diproduksi. Berikut ulasan sekilasnya.
1. Tangguh Majapahit (Abad 13–15)
Bilah ramping, ricikan pun sudah halus
Pamor keris cenderung lembut dan tidak mencolok mata.
Ganja atau pangkal keris tipis dan rapi
2. Tangguh Pajajaran (Abad 13–16)
Bilah keris tebal dan cenderung besar
Ricikan pada keris cenderung kuat dan dalam
Memiliki pamor yang tegas
Baca Juga: Filosofi Keris, Menyatunya Bapa Angksa dan Ibu pertiwi
3. Tangguh Demak (Abad 15–16)
Bilah keris lebih besar dari Tangguh Majapahit, tetapi tetap ramping
Pamor lebih kuat dan terkadang kontras
Ricikan mulai lebih bervariasi di banding Tangguh sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Muhammad Taslim Jadi Kolektor Keris di Trenggalek
4. Tangguh Mataram Senopaten (Abad 16–17)
Bilah lebih panjang dan agak ramping
Pamor semakin bervariasi, tetapi tetap harmonis
Ganja cenderung lebih tebal dibanding Tangguh lainnya.
Baca Juga: Kegilaan Muhammad Zaqqi Mengoleksi Ribuan Keris, Rela Habiskan 6 Juta Buat Sekali Perawatan
5. Tangguh Mataram Sultan Agung (Abad 17)
Bentuk semakin gagah, bilah lebih tebal
Pamor lebih hidup dengan pola yang tegas
Ganja lebih kokoh dan halus
Baca Juga: Tradisi Cuci Keris Pada 1 Suro Bagian Dari Warisan Budaya
6. Tangguh Kartasura (Abad 17–18)
Ukuran lebih besar dibanding Mataram
Pamor sering lebih mencolok dan berani
Beberapa keris mulai menggunakan ornamen emas
7. Tangguh Surakarta (Abad 18–19)
Bilah Tangguh Surakarta lebih ramping dan elegan
Ricikan sangat rapi dan mendetail
Pamor halus, tetapi tetap mempertahankan artistik
Baca Juga: Candi Simping dan Keris Umyang Jimbe
8. Tangguh Yogyakarta (Abad 18–19)
Bentuk lebih kokoh dibanding Surakarta
Pamor keris ini berani dan kontras
Ganja Tangguh Yogyakarta besar dan menonjol
Baca Juga: Sering Didatangi Turis Mancanegara, 1.700 Keris Diboyong ke Belanda
9. Tangguh Kamardikan
Bisa meniru bentuk keris zaman dahulu.
Terkadang kurang halus atau memiliki sentuhan yang lebih modern.
Dibuat dengan gaya lebih bebas tanpa terikat pada tradisi tangguh kuno.
Setiap tangguh memiliki ciri khas masing-masing, dan menentukan tangguh keris bukanlah hal mudah karena membutuhkan keahlian serta pengalaman mendalam.
Editor : Dharaka R. Perdana