RADAR TULUNGAGUNG - Keris Nusantara benar-benar menyimpan banyak filosofi. Setiap dapur memiliki filosofi yang berbeda-beda. Setiap pamor juga memiliki filosofi masing-masing.
Anda pernah mendengar nama keris dengan pamor Teja Kinurung? Jika pernah, anda juga perlu mendalami filosofinya.
Baca Juga: Keris Dapur Brojol Konon Bisa Melancarkan Ibu yang Hendak Melahirkan, Ternyata Ini Keistimewaannya
Teja artinya cahaya atau sinar. Kinurung artinya yang terkurung atau disembunyikan. Jadi, Teja kinurung maknanya cahaya yang masih dikurung/disembunyikan.
Maka cahaya itu baru akan muncul pada saat yang tepat. Muncul pada waktu dibutuhkan.
Baca Juga: Inilah Keris Tangguh Kamardikan, Bentuknya Jauh Lebih Sempurna, Terus Istimewanya Apa?
Istilah Teja Kinurung ini diidentikkan dengan istilah Satriya Piningit. Satriya yang masih dipingit. Belum dimunculkan.
Maka tak heran, keris berpamor Teja Kinurung ini dulu lazimnya dimiliki oleh seseorang yang sedang berkompetisi jadi calon pemimpin.
Baca Juga: Pegang Keris Pamor Lintang Kemukus Bisa Jadi Orang Sakti? Ternyata Faktanya Mencengangkan
Misalnya calon kepala desa. Atau seseorang yang sedang magang bupati, gubernur dan lainnya. Bisa juga disimpan oleh seseorang yang sedang berkompetisi di bidang olah raga, atau yang lain.
Bagi mereka yang memaknai keris dari sisi isoteris, keris Teja Kinurung dianggap memiliki tuah dalam menghadapi persaingan.
Baca Juga: Mau Memperindah Tampilan Keris? Empat Hal Berikut Pantang Dilewatkan
Ini sesuai dengan filosofi dan doa sang empu ketika membuat keris Teja Kinurung.
Wujud tampilannya, ada dua macam pamor pada keris Teja Kinurung. Yakni pamor berbentuk garis lurus di posisi tengah bilah keris, memanjang dari sorsoran (bawah) menuju ke pucuk keris.
Satu pamor lagi berupa garis menyerupai benang yang mengelilingi seluruh bilah keris.
Pamor berupa garis lurus disebut Teja, sedangkan garis yang mengelilingi bilah disebut kinurung.
Baca Juga: Konon Keris dengan Pamor Klabang Sayuta Jadi Andalan Dukun Santet, Berikut Faktanya
Namun dari sudut pandang ilmu pembuatan keris (filologi keris), ada penyebutan lain untuk pamor Teja Kinurung. Yakni dinamai pamor Adeg Wengkon.
Adeg adalah pamor lurus ditengah bilah. Sedangkan Wengkon merupakan istilah untuk pamor yang mengelilingi bilah.
Baca Juga: Bentuk Keris Tangguh Kabudhan Boleh Sederhanan, Ternyata Ini Keistimewaannya
Karena dalam keris Teja Kinurung ada dua pamor, keris semacam ini juga disebut keris berpamor Dwi Warna.
Sekilas pamor Teja Kinurung tampak sederhana. Tetapi pembuatannya cukup rumit dan butuh ketelatenan.
Karena menghadirkan pamor wengkon dengan rapi, sangat tidak mudah dan butuh ketelitian yang luar biasa.
Apa lagi di dalamnya ada pamor Adeg. Jika pamor wengkonnya sampai menyentuh pamor Adeg, maka bisa dikatakan pembuatan keris tersebut gagal.
Baca Juga: Keris Pamor Blarak Sineret Cocok untuk Pemimpin, Terbanyak Buatan Empu Asal Madura, Harganya Berapa?
Pamor Teja Kinurung sudah ditemukan sejak tangguh Majapahit, dan tetap bermunculan hingga tangguh Kamardikan.
Bagaimana? Anda akan magang sebagai kepala desa, bupati, atau yang lain? Mau coba mengoleksi Keris Teja Kinurung?
Editor : Dharaka R. Perdana