n - Ada sebuah pamor keris yang sangat diidolakan oleh para abdi negara. Mulai prajurit, pegawai, hingga para pimpinan.
Itulah keris dengan pamor Satriya Pinayungan atau Satriya Kinayungan.
Baca Juga: Koleksi Bukan Orang Sembarangan, Kisah Mitos Keris Dapur Singo Barong Mencengangkan
Secara harafiah, Satriya Pinayungan memiliki arti; satriya yang selalu mendapat perlindungan. Atau satriya yang dianugerahi keselamatan.
Makanya pamor yang satu ini selalu diburu oleh para kolektor. Apa lagi keris tersebut tergolong langka. Tak mengherankan kalau harganya menjadi mahal.
Baca Juga: Sering Disebut Keris Cacat, Tapi Kok Bisa Membuat Lahan Jadi Luas, Ini Fakta Keris Pamengkang Jagad
Pada keris pamor Satriya Pinayungan ada guratan putih seperti gambar bulan sabit terbalik. Posisinya berada di bagian atas bilah.
Di bawah bulan sabit terbalik, ada gambaran pamor lain. Pada keris-keris buatan empu Madura, di bawah bulan sabit ada pamor adeg atau garis lurus.
Baca Juga: Idaman Banyak Kolektor Keris, Konon Pamor Ini Bisa Mengangkat Derajat Pemiliknya, Benarkah Demikian?
Sedangkan pada keris-keris buatan empu Jawa Tengah dan Jogjakarta, biasanya di bawah bulan sabit ada pamor Beras Wutah.
Tetapi kedua jenis Satriya Pinayungan itu dianggap memiliki tuah, isoteri, maupun filosofi yang sama. Yakni untuk keselamatan.
Baca Juga: Antara Besi Dipijat atau Tempaan? Berikut Kisah Keris Pijetan yang Tak Kalah Sakti
Dahulu ketika masih sering terjadi peperangan, para prajurit atau tentara yang bertugas ke medan tempur, banyak yang membawa keris berpamor ini.
Dan, meskipun keadaan sedang tidak ada peperangan, keris pamor Satriya Pinayungan tetap dicari orang.
Pamor ini sudah ada sejak zaman Majapahit. Sampai pada zaman kerajaan yang lebih muda, para empu tetap membuat pamor ini.
Pamor Satriya Pinayungan umumnya termasuk pamor rekan. Artinya keberadaan pamor sengaja direncanakan dan direkayasa oleh sang empu saat proses pembuatan.
Tetapi ada kalanya Anda Satriya Pinayungan merupakan pamor tiban, yang terjadinya secara kebetulan. Tidak direncanakan oleh sang empu.
Pamor Satriya Pinayangan yang tiban, justeru nilai dan harganya lebih tinggi daripada yang rekaan. Karena dianggap lebih bertuah. Karena pamor tiban dipercaya merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa.
Editor : Dharaka R. Perdana