RADAR TULUNGAGUNG - Warangka atau sarung keris merupakan salah satu perlengkapan yang tak terpisahkan dari keris itu sendiri.
Dari sekian jenis bahan, warangka keris dari bahan kayu cendana wangi paling disukai oleh para kolektor pusaka.
Baca Juga: Keris Pusaka Milik Arjuna Ini Konon Dibuat dari Taring Dewa Pemangsa Manusia, Ini Faktanya
Ada beberapa alasan. Yang pertama tentu karena keindahannya. Selain itu karena aromanya yang wangi dan khas. Dan yang tak kalah pentingnya adalah mitosnya.
Tentang keindahannya, kayu cendana wangi memiliki warna coklat kekuningan yang sangat memikat. Kemudian serat dan pori-porinya sangat halus.
Baca Juga: Keris Langka dengan Pamor Ini Jadi Buruan Kolektor, Abdi Negara Wajib Menyimak
Sehingga kalau sudah digosok secara maksimal, jika diraba akan terasa licin, halus, seperti gading.
Untuk cendana wangi yang berada di bagian gembol, motifnya sangat indah. Secara keindahan, warangka cendana wangi benar-benar memanjakan mata yang memandang
Baca Juga: Koleksi Bukan Orang Sembarangan, Kisah Mitos Keris Dapur Singo Barong Mencengangkan
Yang kedua tentang baunya. Kayu cendana wangi memiliki harum yang khas dan segar. Bahkan aromanya sekilas khas seperti bau rempah atau obat tradisi.
Dan yang lebih menarik adalah mitosnya. Kayu cendana wangi diyakini bisa menolak aura negatif dan mahkluk halus.
Baca Juga: Sering Disebut Keris Cacat, Tapi Kok Bisa Membuat Lahan Jadi Luas, Ini Fakta Keris Pamengkang Jagad
Sebaliknya warangka kayu cendana wangi dipercaya mampu menguatkan tuah keris yang ada di dalamnya.
Selain itu cendana wangi juga mudah dibentuk model dan berbagai gaya warangka. Ladrang, gayaman, dan sebagainya.
Sebab kayu cendana tidak terlalu keras. Meski begitu tergolong lunak, tetapi tidak gampang pecah.
Dahulu keris para raja biasanya menggunakan warangka kayu cendana. Keris-keris terkenal, seperti Naga Sasra, Naga Raja, Singa Barong, dan keris koleksi kerajan, selalu menggunakan warangka cendana wangi.
Baca Juga: Idaman Banyak Kolektor Keris, Konon Pamor Ini Bisa Mengangkat Derajat Pemiliknya, Benarkah Demikian?
Pertimbangannya tentu tiga hal tadi. Keindahan, keharuman, serta mitosnya. Maka sampai sekarang warangka Cendana wangi memiliki nilai dan harga yang fantastis.
Kayu Cendana memiliki nama latin Santalum Album L. Sebenarnya nama Cendana Wangi hanyalah sebutan untuk Cendana yang berasal dari wilayah Timor Leste.
Baca Juga: Terkesan Sederhana Tetapi Menyimpan Sejuta Misteri, Inilah Fakta dari Keris Pamor Sodo Lanang
Kayu Cendana kualitas terbaik diketahui yang berasal dari wilayah Timor Leste. Sedangkan yang tumbuh di wilayah lain termasuk di Pulau Jawa, kualitasnya masih di bawah dari Timor Leste.
Kayu Cendana sering digunakan sebagai bahan parfum, pengharum ruangan, sarana sesaji, dan aneka wewangian lainnya.
Kayu Cendana saat ini terancam punah. Karena sulit dibudidayakan. Sejak tahun 1998 badan konservasi internasional menyatakan pohon cendana sebagai spesies rentan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana